Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. Walikota Ambon Bodewin Wattimena secara resmi melantik Felix Audi Tisera sebagai Raja Negeri Urimessing periode 2025-2033, yang berlangsung di dusun Siwang, Jumat (30/5/2025)
Hadir dalam acara pelantikan, Wakil Walikota Kota Ambon Ely Toisutta bersama suami Abas Remadan, Ketua TP-PKK kota Ambon Lisa Wattimena, Pj Sekot Ambon Roby Sapulette, Pimpinan-pimpinan OPD dan Forkopimda kotae Ambon.
Dalam sambutannya Walikota menyampaikan bahwa,
Hari ini kita memulai sejarah baru di Negeri Urimessing Amarima, sejarah baru yang ditandai dengan lahirnya Raja definitif Negeri Urimessing, setelah sebelumnya raja yang memimpin almarhum Yohanes Tisera dipanggil pulang menghadap kehadirat Allah Bapa di surga.
Menurut Walikota, Proses yang dilakukan di Negeri Urimessing yang melibatkan pemangku kepentingan adat dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
karena itu kalau di hari ini kita semua hadir dalam pelantikan ini itu berarti bagi Pemerintah kota, seluruh proses adat di Negeri Urimessing telah berjalan dan tuntas.
” ini penting untuk disampaikan agar kita memaknai baik proses Pelantikan kepala Pemerintah Negeri di hari ini,”ungkap Walikota
Walikota juga menekankan bahwa Pemerintah kota Ambon termasuk di dalamnya Walikota Ambon yang adalah anak Negeri Urimessing, tidak pernah mencampuri sedikitpun proses-proses adat pada negeri Urimessing.
Pemerintah memaknai betul kewenangan yang kami miliki.
” kami mulai berproses ketika badan Saniri Negeri telah mengusulkan bakal calon Raja kepala Pemerintahan Negeri kepada kami karena itu saya selalu tekankan kepada tim yang dibentuk untuk percepatan menghadirkan raja defenitif di Kota Ambon bahwa Tugas kita hanya memfasilitasi membantu untuk bernegosiasi, membantu perangkat adat untuk menyelesaikan perselisihan perselisihan yang ada tanpa mengintervensi substansi proses adat,” tegas Walikota.
Ini penting supaya kita semua memahami bahwa setiap kali Pemerintah kota mengambil keputusan untuk melantik kepala Pemerintah Negeri pada Negeri-negeri adat di Kota Ambon kami melakukan sesuai dengan aturan, sesuai dengan Perda yang mengatur tentang pengesahan pengangkatan kepala Pemerintahan Negeri atau raja di kota Ambon, jelas Walikota.
“kalau hari ini saudara Felix Audi Tisera, secara resmi telah dilantik menjadi kepala Pemerintahan Negeri Urimessing itu berarti seluruh pemangku adat masyarakat di Negeri Urimessing Amarima harus bersyukur kepada Tuhan termasuk Pemerintah Kota karena kehadiran Raja defenitif itu penting bagi Negeri dan juga bagi Pemerintah.” ujar Walikota.
Dikatakan, Ada banyak keterbatasan kewenangan yang dimiliki oleh seorang penjabat, karena itu Kenapa kita harus terus mendorong supaya raja defenitif ini hadir di tengah-tengah Negeri adat yang ada di Kota Ambon. Tujuannya adalah agar raja definitif mampu memimpin masyarakat adat di Negeri masing-masing supaya bisa menyelenggarakan Pemerintahan secara baik, menegakkan nilai-nilai adat istiadat tetapi juga melakukan pelayanan publik kepada seluruh warga Negeri adat masing-masing.
Lebih ditekankan Walikota bahwa, kehadiran seorang raja pada Negeri adat tujuannya untuk mempersatukan, tidak untuk menceraikan beraikan masyarakat dalam kelompok-kelompok kepentingan tertentu.
Walikota juga menyampaikan beberapa hal untuk Raja Negeri Urimessing Amarima,
1.pergumulan masyarakat adat untuk menghadirkan Raja definitif di negeri Urimessing Amarima ini bukan pergumulan yang main-main. Bukan pergumulan yang dilakukan atas dasar suka dan tidak suka tetapi sepenuhnya menghargai seluruh mekanisme prosedur adat yang berlaku pada negeri Urimessing.
“Karena itu dalam setiap melantik Raja di kota Ambon, saya selalu mengingatkan, janji orang tua ingat janji para leluhur” Sapa boleh batu batu gepe dia, Sapa langgar sumpah, sumpah makan dia”.
Kita yakini sungguh apa yang dijanjikan oleh para leluhur mengikat kitasampai hari ini. Lakukan tugas dan tanggung jawab saudara sebagai kepala Pemerintah Negeri sekaligus raja negeri Urimessing dengan baik serta taat dan patuh terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku. Taat dan patuh terhadap nilai-nilai adat istiadat yang dimiliki oleh negeri Urimessing yang sudah diwariskan oleh orang-orang tua para leluhurleluhur, harap Walikota.
2.Raja hadir untuk mempersatukan, untuk membangun dan untuk memastikan bahwa kepentingan masyarakat bisa terlayani dengan baik. Jadilah pemimpin yang melayani
” pemimpin yang melayani itu dia memastikan rasa susah derita sedih masyarakat di rubah menjadi ungkapan syukur bagi masyarakat. Pemimpin pelayan itu merubah rasa kemalangan masyarakat menjadi ungkapan syukur atas kemalangan yang mereka Derita. Artinya setiap persoalan yang dialami oleh masyarakat harus dapat diselesaikan sehingga mereka bersyukur pemerintah ada pemerintah mampu untuk menyelesaikan apa yang mereka rasakan,” harap Walikota
karena itu menjadi pemimpin pemersatu tidak boleh berdiri di atas kepentingan kelompok-kelompok tertentu supaya kepemimpinan saudara itu panjang dan diberkati oleh Tuhan.
3.kepada seluruh masyarakat negeri Urimessing Amarima, proses hari ini menandai seluruh proses yang sudah berlalu.
” Saya Yakin sungguh ada pihak-pihak yang masih belum menerima acara di hari kalau kita percaya bahwa jabatan diberikan oleh Tuhan dan Direstui oleh para leluhur maka Terimalah Raja kalian hari ini dengan berbesar hati, agar negeri Urimessing yang masih tertinggal dibanding dengan Negeri-Negeri lain di Kota Ambon ini bisa berbenah diri, bisa bersatu Bergerak bersama untuk membangun negeri,” Ujar Walikota.
Ini penting supaya kita memaknai proses ini sebagai proses yang menandai berakhirnya proses adat dan proses pemerintahan untuk menghadirkan Raja definitif kepala pemerintah negeri Urimessing Amarima. Kepala-kepala 5 kampung dukung dan bekerja bersama dengan raja yang baru, pastikan bahwa seluruh masyarakat negeri Urimeseng terlayani dengan baik.
” Jangan jadikan jabatan sebagai penguasa tapi maknailah jabatan yang Tuhan kasih ini untuk melayani seluruh warga negeri Urimeseng,” harap Walikota.
Mengakhiri sambutannya Walikota mengatakan bahwa, Pemerintah kota hari ini walikota dan wakil walikota punya 17 program prioritas.
Visi kita membangun kota Ambon ini tinggal 4 tahun lebih, ini adalah Ambon manise yang inklusif toleran dan berkelanjutan. Sebuah angan-angan dan mimpi yang harus dicapai pada 5 tahun masa kepemimpinan walikota dan wakil walikota. Karena itu seluruh program kegiatan yang mendukung pencapaian visi dan misi dimaksud hendaknya didukung oleh seluruh warga Kota termasuk pemangku-pemangku kepentingan di Kota Ambon Supaya kita bisa mencatatkan nama-nama kita sebagai pelaku-pelaku sejarah yang baik di kota ini. kalau masih ada yang bekerja dengan bersungut-sungut,masih ada yang bekerja karena mau menginginkan sesuatu, masih ada yang bekerja karena ingin dipuji, masih ada yang bekerja karena ingin supaya dia menjadi orang yang hebat hentikan semua itu karena saudara-saudara yang bekerja dengan cara begitu hanya menjadi beban dalam sejarah yang akan kita ukir bersama. Lakukan seluruhnya dengan ikhlas pastikan bahwa kita terpanggil untuk berbuat sesuatu bagi kota ini supaya 5 tahun ke depan orang akan mengenang kita semua sebagai pelaku sejarah yang baik bagi kemajuan kota Ambon, pungkas Walikota.
(Memet)







Komentar