Walikota Ambon Bodewin Wattimena Resmikan Air Bersih Perumda Tirta Yapono Kepada Masyarakat Keisha Gunung Nona

Uncategorized141 views

Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. Walikota Ambon menegaskan komitmen saat kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ambon yang telah dibuktikan saat ini melalui Pemerintah Kota Ambon bersama Perumda Tirta Yapono dengan mengakses air bersih kepada masyarakat Keisha Gunung Nona, dengan meresmikan Air Bersih Perumda Tirta Yapono Sabtu (20/12/2025)

“Pernyataan sosialisasi pada saat kampanye, hari ini menjadi komitmen kami dan sudah menjadi komitmen Pemerintah Kota akses air bersih kepada masyarakat, apa yang ingin kita wujudkan di situ memastikan bahwa masyarakat kota Ambon ini yang belum terakses perlahan-lahan kita berikan akses air bersih. Kita bersyukur karena paling tidak kita sudah membuat paling tidak sekitar 6 titik. Sedangkan yang sementara dikerjakan ini di amahori,” ujar Walikota.

Walikota berharap dari kerja-kerja seperti ini masyarakat akan mendapatkan dampak.

Walikota mencontohkan di sini 23 tahun tinggal di Kota Ambon tidak memperoleh air bersih. Hari ini dengan kerja keras dari Perumda Tirta Yapono, aksesnya sudah diberikan tinggal kita memasang jaringan-jaringan ke rumah-rumah warga. Semua bersepakat bahwa kalau dikelola oleh PDAM meteran dipasang dan mereka bayar sesuai penggunaan.

Itu tugas pemerintah tegas Walikota, kita berharap paling tidak dalam 5 tahun kepemimpinan kami air bersih ini bisa kami buka di tempat-tempat yang selama ini belum terakses. itulah kebahagiaan kita sebagai pemimpin kalau masyarakat merasakan dampak yang besar dari apa yang kita lakukan.

” Mudah-mudahan itu bisa terus kita lakukan dan tahun depan kalau kita bisa buka 6 titik, nanti pada waktunya 5 tahun banyak titik yang kita buka dan sampai dengan akhir tahun ini sudah sekitar 2000 kepala keluarga yang mendapatkan akses air bersih Perumda Tirta Yapono dan dia merupakan komitmen bersama pemerintah kota, DPRD Kota Ambon karena inilah yang menjadi program prioritas pemerintah kota hari yang dulu masih jadi program prioritas calon walikota dan wakil walikota tapi sudah ditetapkan sebagai program prioritas kota Ambon pemerintah kota,”terang Walikota.

Ia menegaskan bukan lagi kami Tapi semua pihak PDAM, DPRD, PUPR dan semuanya harus Bergerak bersama untuk memastikan akses air bersih kepada masyarakat, tegas Walikota.

Ditanya soal pembayaran kata Walikota, Kita menyediakan jasa itu berarti biaya produksi itu mesti dengan retribusi atau iuran, Dimana-mana seperti itu tapi kita bisa berikan relaksasi untuk misalnya kalau terlalu besar bisa dicicil perlahan-lahan biaya pemasangan. Saya rasa itu kompensasi atau relaksasi yang kita buat untuk masyarakat bahkan tadi sudah saya sampaikan Jika ada yang mau membantu untuk ini bisa dibantu misalnya satu orang yang mampu dia menanggung biaya untuk satu orang yang tidak mampu itu mudah tergantung kita mau atau tidak.

” kalau di sini ada pengusaha yang tinggal di sini dia katakan menanggung 10 rumah atau tanggung satu rumah untuk yang tidak mampu itu kan bisa tinggal mereka membayar setiap bulan sesuai penggunaan,”ungkap Walikota.

Disinggung soal adanya keributan akan pengelolaan, Kalau dikelola oleh PDAM tidak ada persoalan karena yang biasa ribut soal air itu yang dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat.

“jadi dibentuk kelompok oleh masyarakat lalu mereka mengelola itu yang sering membuat keributan tapi kalau pemerintah kota lewat PDAM yang mengelola tidak ada baku melawan karena kalau tidak bayar langsung akan diputus karena kewajiban menggunakan jasa maka harus bayar,”tandas Walikota.

Sedangkan yang selama puluhan tahun tidak mendapatkan akses air tambah Walikota, tentu karena sumber airnya. daerah-daerah pegunungan yang susah adalah sumber airnya karena sumbernya itu ada di daerah yang di bawah maka butuh butuh biaya besar untuk mentransfer air dari sumbernya ke daerah-daerah yang berada di ketinggian.

” selama ini saya tidak mengetahui tetapi Mungkin karena belum terjangkau sampai di sini, tapi hari ini kami sudah berupaya untuk itu 5 titik Sudah dibuka waktu saya masih menjabat sebagai Pj Walikota, sampai saat ini masih jalan dengan baik seperti di daerah Wara terus lorong Sekkot,” ujar Walikota.

Menurut Walikota, sebagian yang mau kita buka sekarang ini itu yang belum terakses, setelah kita buka yang pertama di bagian Kuda Mati atas Keisha nanti giliran lagi ke daerah Benteng karena itu semua daerah yang susah air begitu juga desa Batu merah karena masih dikelola oleh desa kalau sudah kembali kepada PDAM kita akan berupaya untuk menyelesaikan. kita akan menggandeng pihak investor juga untuk menyelesaikan persoalan air bersih di kota Ambon, pungkas Walikota.

(M.N)

Komentar