Walikota Ambon Bersama Gubernur Maluku Tinjau Kesiapan Hasil Pembangunan Kembali Rumah Warga Korban Kebakaran Akibat  Konflik Sosial Tahun 2025 Di Desa Hunut

Uncategorized184 views

Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. Walikota Ambon Bodewin Wattimena bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meninjau langsung kesiapan dan hasil pembangunan kembali rumah warga Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, yang sebelumnya terbakar akibat konflik sosial pada tahun 2025. Peninjauan dilakukan pada Kamis (15/1/2026).

Kunjungan yang dilakukan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi rumah-rumah warga korban konflik yang dibangun melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Maluku dengan Pemerintah Kota Ambon.

Seluruh unit rumah dari hasil pengecekan di lapangan, telah selesai dibangun, meskipun masih terdapat beberapa bagian kecil yang membutuhkan penyempurnaan lanjutan.

Walikota Ambon Bodewin Wattimena menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas dukungan anggaran yang diberikan untuk pembangunan kembali rumah warga.

Walikota mengaku meninjau langsung rumah-rumah korban konflik dan semuanya sudah dibangun. Tinggal beberapa bagian kecil yang perlu diperbaiki.

Pemerintah Kota Ambon bersama masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah membantu dengan anggaran sekitar Rp1 miliar. Bantuan ini sangat membantu, ujar Walikota.

Selain dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Maluku, pembangunan rumah warga juga didukung oleh APBD Pemerintah Kota Ambon serta sumbangan dari para pengusaha di Kota Ambon untuk menutupi kebutuhan yang belum terpenuhi.

Karena kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah kota dapat menyelesaikan persoalan pembangunan kembali rumah warga yang terbakar akibat konflik,ujar Walikota.

Walikota juga menegaskan bahwa, pembangunan rumah ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak konflik. Disisi lain Ia juga menaruh harapan besar agar situasi keamanan di Desa Hunuth dapat terus terjaga.

Kita inginkan agar situasi tetap aman. Dengan dibangunnya pos polisi secara permanen, aparat keamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan mencegah kejadian serupa, sehingga tidak perlu lagi dilakukan perbaikan total terhadap 43 rumah warga,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi rumah warga yang sebelumnya rusak dan terbakar akibat konflik sosial.

Kami datang ke Desa Hunuth untuk menginspeksi langsung rumah-rumah yang terdampak konflik. Saya bersama Wali Kota sudah mengecek langsung dan pembangunan telah selesai. Masyarakat juga menyampaikan terima kasih atas bantuan pemerintah,terang Gubernur.

Meski pembangunan fisik telah rampung, Gubernur menekankan bahwa rasa aman dan perdamaian yang berkelanjutan merupakan kebutuhan utama masyarakat.

Rumah sudah dibangun, tetapi yang jauh lebih penting adalah rasa aman yang permanen. Tanpa rasa aman, kehidupan masyarakat tidak akan tenang, ungkapnya.

Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, Pemerintah desa, aparat keamanan, hingga seluruh pemangku kepentingan, untuk bersama-sama menjaga perdamaian agar konflik serupa tidak terulang di masa mendatang.

Mari kita rawat perdamaian ini dengan baik, sehingga rasa aman, tenang, dan nyaman benar-benar dirasakan oleh masyarakat Desa Hunuth,” katanya.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Ambon dalam menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah provinsi dan Pemerintah kota akan terus bekerja secara kolaboratif dan bahu-membahu dalam menyelesaikan berbagai persoalan bersama,” pungkas Gubernur.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela, unsur Forkopimda Kota Ambon, para pimpinan OPD, serta sejumlah undangan lainnya.

(M.N)

Komentar