Wali Kota Bodewin: Inflasi Terkendali, Tapi Waspada! Lawan Rentenir, Genjot UMKM

Ambon,Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, kembali menegaskan komitmen kuatnya untuk memperluas akses keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Lantai 5 Kantor OJK Maluku, Selasa (14/04/2026).

Dalam paparannya, Bodewin mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Kota Ambon saat ini relatif stabil. Angka inflasi pada Maret 2026 tercatat di kisaran 3,18 persen, masih berada dalam batas aman target nasional. Begitu juga dengan angka kemiskinan yang berhasil diturunkan dari 5,13 persen menjadi 4,34 persen sepanjang 2025.

“Garis Kemiskinan Tipis, Jangan Lengah”

Meski data menunjukkan tren positif, Wali Kota mengingatkan agar semua pihak tidak boleh berpuas diri.

“Angka kemiskinan memang turun, tapi garis kemiskinan itu sangat tipis. Sedikit saja salah kebijakan atau intervensi tidak tepat, angka itu bisa naik lagi. Tantangan masih ada, terutama soal biaya transportasi udara dan harga kebutuhan pokok,” tegasnya.

Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya penggunaan data yang valid agar program penanggulangan kemiskinan tepat sasaran, tidak salah alamat, dan sejalan dengan target nasional inklusi keuangan 98 persen pada 2045.

-Peringatan Keras ke Perbankan: Kurangi Konsumtif, Fokus ke UMKM

Dalam forum tersebut, Bodewin menyuarakan arah kebijakan yang tegas. Ia meminta lembaga perbankan untuk mengubah pola pemberian kredit.

“Saya sudah sampaikan, jangan terlalu fokus pada kredit konsumtif. Berikan ruang lebih besar bagi UMKM. Kalau pelaku usaha ini tumbuh dan sehat, ekonomi kota pasti bergerak cepat,” ujarnya.

Pemerintah kota pun siap mendukung penuh, mulai dari penyediaan lokasi usaha hingga akses permodalan bagi masyarakat.

-Hentikan Premanisme dan Rentenir

Salah satu poin paling menohok adalah pernyataan perang melawan praktik penguasaan pasar.

“Kenapa harga sulit dikendalikan? Karena pasar dikuasai preman dan rentenir. Ini yang harus kita bubarkan bersama. Praktik ini sangat merugikan pedagang kecil dan menghambat stabilitas ekonomi,” tegas Bodewin.

-Anak Muda dan Ekonomi Kreatif Jadi Prioritas

Wali Kota juga mendorong transformasi dengan memberi kepercayaan besar pada generasi muda. Ekonomi kreatif harus menjadi pilar baru pembangunan.

“Sudah waktunya kita percaya pada anak muda. Jangan semuanya diurus pemerintah. Biarkan mereka berinovasi dan berkembang,” katanya.

Tak lupa, Pemkot juga telah menjalin sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan.

“Kunci utamanya adalah kolaborasi. Seluruh elemen harus bekerja serius. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat Ambon bukan lagi sekadar wacana, tapi kenyataan,” pungkasnya.

(M.N)

Komentar