John Leipeny Pastikan Stok BBM dan Pangan Aman Jelang Ramadhan

Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, John Leipany, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), listrik, serta bahan pokok di Maluku dalam kondisi aman menjelang bulan suci Ramadan. Hal itu disampaikannya kepada wartawan usai pertemuan di DPRD Provinsi Maluku, Karang Panjang (Karpan), Ambon, Senin (02/02/2026).

Leipany menjelaskan, berdasarkan hasil rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pertamina, PLN, Bulog, serta mitra teknis lainnya, seluruh pihak menyampaikan bahwa stok BBM, listrik, dan kebutuhan pokok masih dalam posisi aman.

“Dalam RDP kemarin, Pertamina dan mitra teknis lainnya menyampaikan kepada Komisi II bahwa kondisi aman. Tapi kalau nanti ternyata tidak aman, apalagi ini menjelang Ramadan, tentu kami akan panggil kembali untuk dimintai penjelasan,” tegas Leipany.

Ia mengingatkan pengalaman sebelumnya pada Desember lalu, ketika PLN menyampaikan kesiapan hingga menjelang Natal, namun faktanya masih terjadi pemadaman listrik saat perayaan Natal. Karena itu, Komisi II meminta seluruh mitra kerja untuk bekerja ekstra menjelang Ramadan.

“Kami minta mereka betul-betul kerja ekstra, memastikan semua kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan dalam kondisi aman,” ujarnya.

Terkait potensi kenaikan harga bahan pokok, Leipany menegaskan bahwa Komisi II fokus pada pengawasan ketersediaan stok. Sementara pengawasan harga menjadi kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Tugas kami di Komisi II memastikan stok tersedia. Untuk pengawasan kenaikan harga, itu ada di Disperindag. Tapi yang jelas, stok harus ada agar tidak menimbulkan gejolak,” katanya.

Ia juga menyinggung persoalan kelangkaan BBM dan beras yang sempat terjadi di wilayah Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar. Menurutnya, masalah tersebut bukan karena ketiadaan stok, melainkan terkendala faktor transportasi akibat cuaca ekstrem.

“Stok itu sebenarnya ada, baik BBM maupun beras. Tapi alat angkut tidak bisa beroperasi maksimal karena cuaca ekstrem dan gelombang laut yang tinggi. Ini akibat salah perhitungan jadwal pengangkutan yang bertepatan dengan musim ombak kuat,” jelas Leipany.

Komisi II DPRD Maluku, lanjutnya, telah turun langsung ke gudang Bulog untuk memastikan kondisi stok. Dari hasil pengecekan, kapasitas dan ketersediaan pangan dinyatakan masih aman.

“Kami sudah lihat langsung di gudang Bulog, stok dalam kondisi aman. Jadi yang jadi kendala hanya faktor cuaca dan distribusi,” pungkasnya.

(M.N)

Komentar