Dobo,Kabarsulsel-Indonesia.com,- Wakil Bupati Kepulauan Aru Drs. Mohammad Djumpa secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-II DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia di Kota Dobo, Maluku tahun anggaran 2026
Kegiatan yang dilaksanakan di Beta Caffe pada Kamis, (2/4/2026) tersebut menjadi momentum penting bagi BKPRMI dalam memperkuat peran pemuda remaja masjid dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang keagamaan, sosial, dan pemberdayaan generasi muda.
Dalam sambutannya, Wabup Aru menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman serta berkontribusi aktif dalam menjaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.
Ia juga berharap Musda ini dapat melahirkan program kerja yang inovatif serta kepengurusan yang solid dan bertanggung jawab.
Musda ke-II BKPRMI yang mengusung agenda pemilihan kepengurusan baru periode empat tahun ke depan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kepulauan Aru, serta menjadi forum evaluasi program kerja sebelumnya sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi ke depan.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat silaturahmi antar pemuda remaja masjid serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di Kepulauan Aru.
Pada kesempatan itu, wabup juga menegaskan bahwa Musda merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Selain sebagai ajang evaluasi laporan pertanggungjawaban dan penyusunan program kerja, forum ini menjadi sarana tertinggi untuk memilih Ketua Umum yang akan menakhodai organisasi selama masa bakti empat tahun mendatang.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran DPD BKPRMI Kepulauan Aru atas dedikasinya membina pemuda remaja masjid di daerah ini,” ujar Djumpa.
Wakil Bupati Djumpa juga menitipkan beberapa pesan penting, di antaranya mendorong BKPRMI untuk terus menjadi wadah dakwah yang mencetak generasi islami, berakhlak mulia, dan menjunjung tinggi toleransi.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang kolaborasi, mulai dari pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid hingga penguatan moderasi beragama.
“Perbedaan pendapat dalam organisasi adalah hal wajar. Saya meminta seluruh kader untuk mengedepankan semangat ukhuwah islamiyah dan kedewasaan demi mencapai mufakat. Jadilah mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial di Bumi Jargaria,” pintah Djumpa.
Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kepulauan Aru, Alan Djilfufin mengatakan bahwa, pelaksanaan Musda ini sempat mengalami penundaan sebanyak tiga kali sejak direncanakan pada tahun 2025 karena kendala teknis dan situasional internal. Namun, ia bersyukur agenda penting ini akhirnya dapat terlaksana.
Alan menekankan bahwa Musda ke-II ini membawa misi besar rekonsiliasi internal untuk memperkuat organisasi, baik secara internal maupun eksternal.
“Siapapun yang terpilih nanti, saya berharap ia membawa organisasi ini dengan penuh keikhlasan, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi kehormatan organisasi dan kemajuan masyarakat di Kepulauan Aru,” tutup Alan. (*)








Komentar