Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Dalam sepekan terakhir, ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Fakfak kembali dibanjiri pasien anak. Setelah sebelumnya didominasi pneumonia, kini kasus yang paling banyak masuk berasal dari infeksi virus, terutama viral diarrhea. Lonjakan ini membuat arus pasien tak kunjung surut.
“Penyakit yang paling umum satu minggu terakhir ini banyak anak-anak, dan paling banyak penyebabnya virus. Virus diare paling banyak sekarang di UGD Fakfak,” kata dr. Samuel Sembor, dokter jaga IGD, dalam penjelasannya kepada Kabarsulsel-Indonesia.com.
Fenomena datang-pergi pasien membuat ruang gawat darurat selalu penuh. Banyak anak yang baru sembuh, namun anggota keluarga lainnya kembali masuk dengan keluhan serupa.
“Kakak baru sembuh, adik sakit masuk lagi. Atau dua-duanya kembali datang. Inilah yang buat kunjungan tinggi,” ujar Samuel.
Ia menyarankan orang tua agar lebih cermat memantau kondisi anak dan tidak buru-buru membawa ke IGD untuk kasus ringan.
“Kalau anak tidak terlalu sakit, sebaiknya istirahat di rumah dulu. Bawa ke IGD kalau sudah perlu. Karena IGD pun akhirnya penuh,” katanya.
Selain virus diare, sejumlah kasus pneumonia juga meningkat. Dokter Samuel menyebut paparan asap rokok sebagai salah satu faktor pemicu.
“Banyak anak dengan pneumonia akibat asap rokok. Jadi mohon jauhi anak-anak dari asap rokok, termasuk asap rokok pasif,” katanya.
Ia menilai pola hidup bersih dan aktivitas anak yang padat juga memengaruhi kondisi kesehatan akhir-akhir ini. Setelah rangkaian kegiatan sekolah, karnaval, dan ujian dalam beberapa minggu terakhir, banyak anak mengalami penurunan daya tahan tubuh.
“Aktivitas mereka padat. Harus diimbangi istirahat cukup dan makanan sehat,” ujarnya.
Dokter Samuel juga mengingatkan pentingnya deteksi dini.
“Kalau mulai sakit, cepat bawa ke fasilitas kesehatan. Jangan tunggu parah baru ramai-ramai ke IGD.”
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang tidak menentu turut memperburuk situasi.
“Hujan panas berganti terus. Halaman rumah tolong dibersihkan, genangan air dikeringkan, semak-semak dirapikan, agar nyamuk berkurang.”
Dalam beberapa hari terakhir, ia menangani satu kasus perdarahan berat dan beberapa pasien dengan kondisi lemas.
Rentang usia pasien anak di Fakfak yang terdampak pun cukup luas. “Mulai dari bayi baru lahir sampai 17 tahun, semuanya bisa masuk IGD.”
Dengan kapasitas IGD yang sebelumnya hanya 16 tempat tidur, ditambah lonjakan hingga lebih dari 20 pasien anak per hari, RSUD Fakfak kembali berada dalam tekanan. Meski manajemen rumah sakit sudah menambah bed darurat, arus pasien belum tampak mereda.
“Semoga orang tua bisa lebih menjaga anak-anaknya, supaya tidak terjadi lonjakan seperti ini lagi,” ujar Samuel.







Komentar