Usai Sasi Dibuka, Bupati Fakfak Pacu Seismik Arguni Demi Target Migas 2028

Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com |  Pemerintah Kabupaten Fakfak mendorong agar kegiatan survei seismik di wilayah Arguni dan Kokas segera dilanjutkan setelah pencabutan sasi adat oleh masyarakat Petuanan Arguni.

Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengatakan pemerintah daerah akan segera berkomunikasi dengan SKK Migas dan BP Tangguh guna menindaklanjuti hasil kesepakatan yang telah dicapai bersama masyarakat adat.

Menurut Samaun, kegiatan eksplorasi tersebut memiliki peran penting dalam upaya menambah cadangan energi nasional, sekaligus menopang rencana produksi gas di masa depan.

Saat ini, cadangan gas di kawasan Arguni diperkirakan sekitar 1,3 triliun kaki kubik (TCF). Jumlah itu dinilai belum cukup untuk mendukung pengembangan produksi jangka panjang, sehingga diperlukan eksplorasi lanjutan untuk menemukan potensi cadangan baru.

“Eksplorasi seismik menjadi langkah penting untuk menambah cadangan gas dan mendukung rencana produksi pada tahun 2028,” ujar Samaun.

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan investasi sektor migas juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Fakfak. Selain melalui Dana Bagi Hasil (DBH), kegiatan industri ini juga membuka peluang kerja bagi tenaga lokal serta menggerakkan berbagai sektor ekonomi pendukung.

Samaun juga meluruskan sejumlah kekhawatiran yang sempat berkembang di kalangan nelayan terkait aktivitas seismik.

Menurut dia, tidak ada larangan bagi nelayan untuk melaut selama kegiatan survei berlangsung. Kapal seismik bergerak mengikuti jalur survei dan tidak menetap di satu titik dalam waktu lama, sehingga aktivitas nelayan tetap dapat berjalan seperti biasa.

Koordinasi di lapangan, kata dia, hanya dilakukan oleh kapal pengawal untuk memastikan jalur pelayaran tetap aman bagi kapal survei maupun perahu nelayan.

Bahkan, menurutnya, aktivitas industri ini justru membuka peluang ekonomi baru bagi nelayan setempat. Hasil tangkapan nelayan selama ini juga diserap untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pekerja di kapal seismik maupun fasilitas LNG.

Selain itu, pemerintah daerah memastikan akses dari Distrik Kokas menuju kawasan Tangguh LNG yang sebelumnya sempat tertutup akan segera dibuka kembali.

Akses tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat, aktivitas penangkapan ikan, serta distribusi logistik bagi kegiatan industri migas di wilayah tersebut.

Kokas selama ini dikenal sebagai salah satu pusat rekrutmen tenaga kerja lokal bagi kegiatan industri energi di kawasan Fakfak.

Dengan kembali normalnya aktivitas di wilayah Arguni dan Kokas, pemerintah daerah berharap investasi energi dapat berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah pesisir Fakfak.

Komentar