Kabarsulsel-indonesia.com-,PBD— Maraknya praktik togel di provinsi baru Papua Barat Daya yang berusia tiga tahun benar-benar mencoreng wajah penegakan hukum. Perjudian yang jelas-jelas dilarang ini dijual secara terbuka di Kota Sorong maupun Kabupaten Sorong, seakan-akan tidak ada aturan yang berlaku. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah aparat penegak hukum memang sengaja membiarkan togel merajalela?
Masyarakat semakin geram karena togel bukan hanya menghancurkan ekonomi rumah tangga, tetapi juga menyeret anak-anak di bawah umur untuk menjadi juru tulis di lapak-lapak togel. Anak-anak yang seharusnya belajar di sekolah kini dipaksa berhadapan dengan dunia perjudian. Ini adalah potret kegagalan aparat dalam melindungi generasi muda.
Lebih mengejutkan lagi, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp justru memilih bungkam. Tidak hanya tidak merespons, Kapolda bahkan memblokir nomor wartawan yang berusaha mencari keterangan. Sikap ini menimbulkan dugaan kuat adanya pembiaran, bahkan kemungkinan keterlibatan oknum dalam melindungi bisnis haram tersebut.
Fakta di lapangan jelas terlihat: lapak togel beroperasi terang-terangan, bandar bebas bergerak, dan anak-anak dilibatkan. Namun, aparat seolah-olah kehilangan taring. Situasi ini menimbulkan opini liar di masyarakat bahwa hukum hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Togel terus hidup, sementara Kapolda diam.
Warga pun menduga adanya “beking” kuat dari oknum aparat yang seharusnya menindak, tetapi justru menutup mata. Dugaan ini bukan tanpa alasan, sebab bagaimana mungkin praktik ilegal yang begitu vulgar bisa dibiarkan tanpa ada satu pun tindakan nyata? Keberanian bandar togel untuk beroperasi terang-terangan menunjukkan mereka merasa aman di bawah lindungan kekuasaan tertentu.
Kemarahan masyarakat kini semakin membara. Mereka tidak hanya kecewa, tetapi merasa dikhianati oleh institusi kepolisian. “Kalau Kapolda saja bungkam, lalu siapa yang bisa kami harapkan? Hukum sudah jadi bahan dagangan,” kata salah satu tokoh masyarakat dengan nada tegas.
Papua Barat Daya kini dihadapkan pada ancaman serius: generasi muda rusak, ekonomi rakyat hancur, dan kepercayaan publik terhadap aparat hilang. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka provinsi baru ini akan dikenal bukan karena prestasi, tetapi sebagai pusat perjudian togel yang kebal hukum.
Masyarakat mendesak Kapolri agar segera turun tangan dan mengevaluasi kinerja Kapolda Papua Barat Daya. Diamnya pimpinan adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Jika tidak ada tindakan tegas, maka dugaan bahwa aparat menjadi beking togel bukan lagi sekadar isu, tetapi kenyataan pahit yang terbuka di depan mata.(AZS)








Komentar