Terkait dugaan penyalahgunaan BBM, Reskrim kerjasama Lanal Aru Periksa LCT KM. Crocodile Deandy

Uncategorized495 views

Dobo, Kabarsulsel-Indonesia.com. Satuan Reskrim Polres Kepulauan Aru bersama Lanal Aru melakukan pemeriksaan LCT Crocodile Deandy terkait dugaan Penyalahgunaan ijin penjualan BBM jenis solar di perairan Aru.

Pemeriksaan LCT Crocodile Deandy tersebut dilaksanakan, Selasa (29/7) di perairan (patai) dusun belakang wamar desa Durjela Kecamatan Pulau-pulau Aru.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Aru, AKP. Angelico Timotius Sulu,S.Tr.K.,S.I.K kepada sejumlah awak media di lokasi pemeriksan LCT Crocodile Deandy mengatakan, pihaknya bersama personil Lanal Aru yang di pimpin langsung Pasintel Kpt Laut (S) R. S. Yoku, S.T.Han., M.KP melakukan pengecekan terhadap kapal yang diduga telah menjual BBM kepada sejumlah kapal nelayan di perairan laut Aru, namun dari hasil pemeriksaan itu tidak di temukan BBM (Nihil).

“Hari ini Kita (red kasat reskrim) bersama Lanal Aru yang dipimpin Pasintel, Kpt Laut (S) R. S. Yoku, S.T.Han., M.KP. telah melakukan pengecekan terhadap kapal LCT Crocodile Deandy yang diduga melakukan penyalahgunaan ijin yakni, pengisian atau penjualan BBM kepada kapal nelayan di laut Aru pekan kemarin, namun setelah dilakukan pengecekan bersama pihak Lanal Aru, ternyata hasilnya BBM nihil atau tidak ada” Ujarnya

Selain itu lanjut kasat reskrim, Berdasarkan hasil wawancara pihaknya dengan pihak kapal dalam hal ini Nakhoda, dijelaskan bahwa tidak ada BBM yang dijual belikan di kapal LCT Crocodile tersebut, karena

“kapal tersebut di tugaskan hanya mengangkut minyak dari Pertamina dan di distribusikan ke APMS yang ada di kecamatan-kecamatan.

Namun berdasarkan laporan masyarakat, tentu menjadi tanggung jawab pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dokumen kapal, maupun aktifitas kapal setiap hari.

” Jadi berdasarkan hasil wawancara kita denga pihak kapal (nahkoda) di jelaskan bahwa kapal LCT Crocodile itu hanya di tugaskan pihak PT BIS untuk mengangkut BBM dari Pertamina Dobo dan di distribusikan pada setiap APMS yang ada di kecamatan-kecamatan, namun tentunya kita tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,”beber kasat Reskrim.

Olehnya terhadap persoalan itu, kasat reskrim menegaskan bahwa pihaknya akan menyurati bahkan mendatangi pihak PT BIS guna melakukan pemeriksaan semua dokumen kapal, sesuai kejadian per tanggal 26/7) tersebut.

“Kita akan menyurati dan akan mendatangi kantornya untuk kita periksa dokumen kapal sesuai dengan kejadian kemarin, pertanggal (26/7) tersebut, terkait dokumennya apa, kegiatannya apa, apakah betul ada pengisian BBM atau tidak. Kalau dari pengakuan Nakhoda bahwa kemarin itu dia menggunakan kapal ini untuk menarik kapal yang karam, bukan melakukan penjualan BBM” ungkap Kasat Berdasarkan pengakuan dari kapten kapal Crocodile saat tim naik ke atas dan melakukan wawancara.

Dijelaskan kasat, kendatipun berdasarkan pengakuan Nahkoda kapal, bahwa mereka mengakui tidak beraktifitas menjual BBM, hanya melakukan penarikan kapal, tetapi pihak penyidik polres Aru akan terus melakukan penyelidikan terhadap Nahkoda kapal bersama Agen yang menangani kapal tersebut.

” Kalaupun mereka mengakui bahwa mereka tidak menjual BBM dan hanya membantu menarik kapal yang karam, ratapi akan kami dalami melalui pemeriksaan lebih lanjut terhadap kapten beserta dengan agen, guna pengecekan dokumen

dan kami akan konfirmasi juga ke Sabandar pada saat tanggal waktu itu apakah kapal KM Krokodil ini melakukan kegiatan apa.” Tegas kasat

Sementara itu, Pasintel Lanal Aru, Kpt Laut (S) R. S. Yoku, S.T.Han., M.KP, juga menegaskan bahwa terkait dengan informasi yang beredar di salah satu media Online yakni Sentral Politik.com menyangkut maraknya illegal oil di Aru, pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan pihak polres untuk mengecek kebenaran berita tersebut karena terkesan Lanal Aru tidak di libatkan dalam proses tersebut.

” Terkait informasi yang beredar di media kemarin itu, saya pun berkoordinasi dengan Polres untuk memastikan apakah informasi ini benar atau tidak keadaannya, karena terkesan kita Lanal Aru kurang dilibatkan, sehingga hari ini, kita bersama pihak Reskrim polres Kepulauan Aru turun mengecek langsung kapal LCT Crocodile Deandy tersebut.

Olehnya perwira muda TNI AL asal Papua ini berharap kepada masyarakat agar kalaupun ada informasi, ataupun berbagai kegiatan yang mencurigakan di laut hendaknya di laporkan kepada pihak yang berwajib, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman, tidak terjadi miskomunikasi nantinya.

“Harapan saya untuk kedepannya kalau memang masyarakat atau siapapun itu, mendapat informasi atau ada kecurigaan terkait dengan kegiatan di laut, mohon dapatnya untuk berkoordinasi dengan stakeholder yang terkait di laut, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman, tidak terjadi miskomunikasi nantinya,” harapannya.

Selain itu, tambah Yoku, diharapkan media juga menjadi patokan dalam memberikan informasi atau berita yang bersifat mendidik, sehingga pembaca juga betul-betul terbantu.

“Kita sangat mengharapkan agar media sebagai patokan yang memberikan berita, informasi yang bersifat mendidik sehingga masyarakat yang membaca berita itu betul-betul terbantu dengan adanya media tersebut.

(

Komentar