oleh

Setiap Musim Penghujan Kecamatan Rawa Jitu Utara Selalu Terendam Banjir, Pemerintah Belum ada Respon Solusi Untuk Menanggulangi

KabarSulSelIndonesia.com – MESUJI

Musibah Banjir yang melanda Di beberapa Desa Kecamatan Rawa Jitu Utara (RJU) Kabupaten Mesuji sangat dikeluhkan oleh oleh masyarakat sebab tiap kali musim penghujan datang di desa tersebut pasti kebanjiran kejadian ini terjadi sudah sejak lama bahkan sudah belasan tahun yang lalu, diduga hingga saat ini belum ada solusinya oleh Pemerintahan Kabupaten Mesuji untuk menanggulangi banjir. Kamis 13/1/2022

Lokasi yang menjadi langganan banjir tersebut berada dibeberapa Desa yang berada di Kecamatan RJU sekitar. Banjir kerap terjadi lantaran diduga kanal tersebut dangkal dan kurang luas sehingga tidak mampu menampung aliran air hujan sehingga meluap dan menggenangi rumah warga.

Salah seorang warga terdampak banjir yang enggan disebutkan namanya sebut saja Surti menceritakan, setahun terakhir sudah puluhan kali musibah banjir dialami masyarakat setempat kami selalu waspada dan dihantui rasa takut setiap kali hujan deras datang, jelasnya.

“Ya setiap durasi hujan lebih dari dua jam dengan debit yang tinggi, maka sudah dipastikan akan banjir. Selain tanaman pertanian juga perabotan seperti TV, Kasur serta kursi dan sejumlah perlengkapan elektronik juga berulang kali rusak dan tidak dapat difungsikan setiap kali banjir datang.

Apalagi kalau terjadi tengah malam, jadi sudah lah pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT. Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mesuji untuk memberikan solusi, tidak kasihan apa kepada kami,” jelasnya

Selain perabotan rumah yang kerap kali rusak bahkan keselamatan nyawa kami terancam, kami juga takut kalau ada satwa liar dan binatang melata seperti ular masuk kerumah dan selain satwa liar banjirpun pasti membawa sampah yang dapat membawa penyakit, kami juga mengharap untuk kawan kawan yang punya Facebook untuk memberitakan musibah banjir ini agar setiap banjir disini diberitakan terus biar pemerintah tau dan bisa kasih solusi, ungkapnya.

Selai keluhan warga Kecamatan RJU, ada juga sempat viral disebuah akun Facebook milik anggota DPRD Mesuji Edi Sucipto yang ditanggapi para netizen seperti 133 orang yang menyukai dan ada 36 Komentar.

Sedang akun Facebook Edi Sucipto bertuliskan, “saudaraku se Rawa Jitu Utara banjir kali ini membuat saya berpikir bahwa banjir seperti ini bukan kali ini saja dan waktu kita transmigran datang toh rumah yang di siapkan juga adalah rumah panggung untuk itu saya hanya mengingatkan apabila kita akan membangun rumah atau bangunan apapun usahakan pondasi yang tinggi agar kita lebih aman apabila ada banjir seperti ini.

Salah satunya tanggapan dari netizen datang dari Alkat Ardianto yang bertuliskan, betul itu pak. Seharusnya kita membangun rumah itu disesuaikan dengan kondisi alamnya.

Contoh di Mesuji, mengapa dulu kakek moyang kita membangun rumah panggung karena mereka tau, rumah panggung itu yang paling cocok untuk daerah bantaran sungai.

Sedangkan dari Fitria Rohmayanti, nelongso aku mang delok umaeh adekku banjir. Iya betul tuh pak, Itu apa termasuk rumah Bpk juga kebanjiran, dari netizen Yahya.

Lain tanggapan dari netizen Nafian Faiz, sudah rumah dibuat demplok ke tanah, ditambah lagi segala rawa dan embung sekarang telah di timbun dan diuruk. Bahkan netizen Sahabatyuas Shr, 12 Desa aja pak dewan, Alhamdulillah Gunung Tiga gak banjir.

Banyak paktor ditempat kita Pakk,1 hutan sebagai penyerapan air SDH tidak ada,2 parit/sekunder kurang maksimal, 3 perbatasan trans & PT Bw, tanggulnya kurang tinggi dan masih banyak lagi yang lainnya, dari netizen Roswanraja.

 

(MAT Amin)

Komentar

Berita Lainnya