Reses di Kampung Pikpik, Lusia Hegemur Serap Aspirasi Jalan Rusak hingga Pemberdayaan Perempuan

Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Anggota DPR Provinsi Papua Barat dari Fraksi Otonomi Khusus, Lusia Imakulatta Hegemur, melaksanakan Reses I di daerah pemilihannya, Kabupaten Fakfak. Kegiatan itu dipusatkan di Kampung Pikpik dan dihadiri tokoh masyarakat, kelompok perempuan, serta aparat kampung setempat.

Dalam pertemuan yang berlangsung sederhana namun terbuka, Lusia lebih banyak mendengar. Warga menyampaikan keluhan soal kondisi jalan lingkungan di Kampung Pikpik yang rusak dan belum tersentuh perbaikan memadai. Akses yang terganggu, kata warga, berdampak langsung pada mobilitas anak sekolah, distribusi hasil kebun, hingga aktivitas ekonomi harian.

Pose Bersama Masyarakat Kampung Pikpik dengan Anggota DPR Provinsi Papua Barat Fraksi Otsus Lusia Imakulatta Hegemur | Foto Istimewah KSI

Selain infrastruktur, perhatian juga tertuju pada kelompok perempuan. Sejumlah ibu rumah tangga meminta dukungan pelatihan keterampilan berbasis soft skill—mulai dari pengolahan hasil kebun hingga kerajinan tangan—yang dinilai berpotensi menambah pendapatan keluarga.

“Perempuan di kampung ini punya semangat untuk maju. Kami butuh pelatihan dan pendampingan agar bisa membantu ekonomi rumah tangga,” ujar salah satu warga dalam dialog tersebut.

Menanggapi berbagai masukan itu, Lusia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di tingkat provinsi. Ia menyatakan akan membangun komunikasi konstruktif dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat guna mendorong percepatan perbaikan infrastruktur dasar serta program pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.

“Semua aspirasi yang disampaikan akan saya bawa dan komunikasikan secara serius. Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang mendengar dan memperjuangkan kebutuhan riil masyarakat,” katanya.

Kesederhanaan dalam konteks kearifan lokal Reses I Anggota DPR Provinsi Papua Barat Fraksi Otsus Lusia Imakulatta Hegemur bersama Konstituen | Foto Istimewah KSI

Menurut Lusia, pembangunan jalan lingkungan dan penguatan kapasitas perempuan adalah dua aspek yang saling berkaitan dalam mendorong kemandirian kampung. Infrastruktur yang layak membuka akses ekonomi, sementara pemberdayaan perempuan memperkuat ketahanan keluarga.

Reses tersebut menjadi bagian dari mekanisme konstitusional anggota dewan untuk memastikan kebijakan dan anggaran daerah tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat di akar rumput—bukan semata pada perencanaan di atas meja birokrasi.

Komentar