Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. KUA Kecamatan Sirimau menggelar Podcast Harmoni dengan menghadirkan nara sumber Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Fachrurazzy Hasanuasi,S.Fil.,l.,M.Si, yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Ambon, Pandan Kasturi Kamis (22/1/2026).
Podcast yang dipandu oleh Kabid Humas KUA Sirimau, Nurlya Salim S.Sos, dengan tema,” Ramadhan Dalam Keluarga Yang Harmoni. Sebagaimana diketahui bahwa, Ramadhan itu identik dengan ibadah namun apa yang kita tarik dalam rumah tangga supaya Ramadhan ini bisa menjadi berkah.
Menurut narasumber Kepala Kantor Agama kota Ambon, Fachrurazzy Hasanussi bahwa, dalam konteks keluarga harmoni, Ramadhan juga memberikan dorongan serta motifasi bagi keluarga-keluarga muslim untuk bagaimana membangun suasana ibadah, membangun suasana harmoni antara orang tua dengan anak, ayah dengan ibu, seorang suami dengan istri dan anggota keluarga yang lain dengan mengedepankan nilai-nilai spritual yang mendalam sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT.
Bulan Ramadhan sebut Hasanussi adalah momentum yang sangat luar biasa terutama dalam berbuat atau lebih meningkatkan ibadah didalam struktur yang paling kecil di masyarakat mulai dari keluarga. Bagaimana mengedukasikan anak-anak yang masih kecil untuk berpuasa.
Bagaimana membangunkan mereka untuk sahur, menjaga perkataan, tutur kata, menjaga kesabaran serta memberikan edukasi kepada seluruh anggota keluarga bahwa Ramadhan ini adalah bulan ibadah, bulan berkah, bulan untuk berakhlak mulia dan juga untuk berbagi.
“Harapannya tentu dari keluarga yang harmoni, keluarga yang mempunyai semangat ibadah sehingga bisa memberikan dampak bagi keluarga yang lain dan juga bagi masyarakat sekitar, serta kampung sekitarnya sampai kepada warga kota dan Provinsi serta seluruh Indonesia,” harapnya.
Ditanya cara agar dalam keluarga bisa menjaga emosi apalagi dalam keadaan berpuasa, memang jika dilihat dalil bahwa saat bulan Ramadhan setan-setan diikat dan di penjara tapi sesunguhnya ini adalah sebuah imajasi atau sindiran perumpamaan bahwa kalau kita pahami sesungguhnya setan-setan itu adalah dari dalam diri kita sendiri. Siapa yang bisa mengatur diri, yang punya totalitas penuh, puasahan atas hawa nafsu itu adalah diri kita sendiri. Maka dalam konteks keluarga harmoni yang dibangun tentu peran yang paling utama adalah seorang ayah karena ayah yang harus menjadi teladan bagi seluruh anggota keluarganya.
Dia harus menjadi Prototime yang mencontohi, misalnya anak-anak tidak tereduksi dengan teladan yang baik seperti ayahnya tidak berpuasa. Maka seorang ayah harus menjadi contoh yang baik, ujar Hasanussi.
“Harus dimulai dari orangtua terutama ayah karena keteladanan dari mereka memberikan edukasi, dorongan dan juga bisa mencontohi apa yang mereka lakukan selama Ramadhan seperti perbanyak, Istighfar, membaca Alquran, menjaga perkataan itu merupakan ujian bagi anak-anak dan anggota keluarga dalam rumah,” jelas Hasanussi.
Ditambahkan, Secara langsung Ramadhan mengajarkan kita cara berkomunikasi yang baik, karena tutur kata adalah bagian dari pengendalian diri. Dalam Ramadhan bukan hanya menahan lapar tapi juga mengendalikan emosi, amarah, perkataan serta menahan diri dari hal-hal yang bahkan dihalalkan tidak haram, namun dalam Ramadhan kalau belum waktu makan itu haram.
“Tiba-tiba Imsak sedang makan itu halal, tapi selagi masih dalam waktu berpuasa itu haram hukumnya. Kopi halal tapi selagi bulan puasa siang-siang minum kopi jadi haram,” ujar Hasanusi dengan candaan.
Ramadhan ini memang betul-betul sebagai Madrasah untuk melatih kita terutama untuk anggota keluarga, untuk hubungan keluarga yang harmoni. Disiplin untuk mengatur waktu ibadah, waktu bekerja, waktu istirahat, waktu untuk tilawah membaca Alquran itu harus diatur waktunya, tandas Kepala Kantor Agama kota Ambon Hasanussi.
(M.N)







Komentar