KabarSulSelIndonesia.com – KalBar Ketapang
Di duga pihak pelaksanan pekerjaan proyek Sandai – Seduruhan di duga kurang Kualitas dan mutu tidak sesuai sarat penyimpangan berdasarkan hasil dari kasat mata pantauan dan investigasi dari Media Kabar Sulsel Indonesia (KSI) di lapangan Pekerjaan Rekontruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan (Khusus Kabupaten) Sandai – Seduruhan yang dikerjakan pada tahun 2021 berakhir di pengujung tahun 2021.
Namun di tahun 2022 masih di kerjakan ada apa?? sistem yang di kerjakan seperti pemasangan paku jalan. Drainase belum habis masa pemeliharaannya jalan tersebut sudah mengalami abrasi dan Bergelombang menurut analisa masa pemeliharaan belum habis namun secara fisik sudah mengalami kerusakan jalan seperti retak dan begelombang.

Berdasarkan yang tertulis di papan plang Proyek tersebut dilaksanakan Tender/ Lelang melalui LPSE Kabupaten.
Pemenang lelang dengan nomor kontrak. P/62/PPKDAK/DPUTR-B/602/VII/2021 dengan Paku dana 33.510.112.000 yang bersumber dari Alokasi Khusus (Dak) Reguler Kabupaten Ketapang tahun 2021 pemenang lelangnya adalah PT. Zulmar Alzahara Pratama. Menemukan pembuatan jalan aspal yang terlihat sangat kurang teliti, baik dari pengerasan maupun dari ketebalan aspal dan juga kepadatan.
Melalui dari narasumber salah satu warga masayarakat Sandai Alek biasanya aspal yang masih dalam pengerjaan sudah mengalami retak (pecah).
Diduga atau besar dugaan kurang pengawasan dari pihak kontraktornya atau ada kong kalikong, sehingga pekerja ambil langkah cepat dan mencari aman saja.
Ini bukan proyek main-main, ini mega proyek untuk pembangunan.
Peningkatan kapasitas struktur jalan, dengan nilai kontrak tiga puluh tiga milyar lima ratus sepuluh juta seratus dua belas ribu rupiah( 33,510,112,000,00).
Tentu bagi pelaksana PT.zulmar alzahra pratama kso PT. Nando garda putra, harus betul betul memperhatikan dan bertanggung jawab penuh dalam kegiatan semua item yang dikerjakan. Agar mendapatkan hasil yang memuaskan, terutama kepuasan masyarakat pengguna jalan lintas sandai senduruhan.
Lanjut Alek, dengan dana DAK (Dana alokasi khusus)regular kabupaten ketapang,sebesar kontrak itu di bangun jalan sepanjang sepuluh kilometer dan drinase (saluran air), harusnya bisa kuat dan mantap,Tutup alek.
Di lain pihak dusun sengkuang Desa benua Kerio, warga ini sial l TN (30) mengatakan ketika saya mau makirkan motor di tepi jalan depan warung biasa tumbang, akibat aspalnya lembut alias kurang padat.
Tn menambahkan sebenarnya kami sangat bersukur ada pembangunan jalan aspal di desa kami. Namun TN berharap bangunlah standar yang di sepakati sesuai kontrak. jangan lah membangun jalan dengan biaya besar hanya tahan beberapa bulan lalu rusak lagi.
Secara terpisah awak media lakukan investigasi di camp pelaksana atau kantor kontaktor di desa Randau Jungkal 4 Februari 2022 Aji, yang mewakili pengawas kontraktor sekitar pukul 13.50 siang
Saat lakukan konfirmasi prihal seputar tentang adanya kerusakan yang di bangun dalam kondisi sudah retak dan pecah bahkan ada yang sudah hancur di beberapa titik ruas jalan.
Aji menjelaskan akan kita bongkar dan di perbaiki, katanya sudah di tanda di beberapa titik yang retak itu.
Tentang panjang aspal yang di bangun benar sepuluh kilometer (10km), Lebar lima meter (5meter) dan tebal aspal pres enam centimeter (6cm).
Aji menjelaskan memang di bangun di desa petai patah empat kilometer, dengan drenase (saluran air) juga beton bibir aspal. Untuk desa demit tiga kilometer (3 km) tidak ada drenase dan tidak ada beton bibir aspal.
Juga di dusun sengkuang desa benua kerio kecamatan hulu sungai di bangun aspal tiga kilometer (3 km) tidak ada drenase dan tidak ada beton bibir aspal.
Aji menambahkan, sekarang pekerjaan utama sudah selesai kita tinggal finishing. Merapikan drenase dan memperbaiki yang nampak kurang baik, Aji mengakhiri.
(Aji) (Sukardi)








Komentar