Langgur,Kabarsulsel-Indonesia.com. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SD Negeri Letman, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Zsusana Ubro, S.Pd., memaparkan kondisi sekolah serta sejumlah langkah pembenahan yang telah dilakukan sejak dirinya mulai bertugas.
Saat ditemui di sela-sela proses belajar mengajar, Selasa (27/1/2026), Zsusana mengatakan bahwa saat pertama kali menerima tugas di SD Negeri Letman, kondisi sarana dan prasarana sekolah masih sangat terbatas. Inventaris sekolah yang tersedia hanya beberapa kursi, dua unit laptop—satu di antaranya rusak total—serta dua unit printer.
Selain itu, kondisi pagar sekolah juga belum sepenuhnya memadai.
Zusana menjelaskan bahwa sebagian pagar sekolah dibangun pada masa kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya. Sementara untuk penyelesaian pagar di sisi kiri, pihak sekolah bersama orang tua siswa sepakat melakukan pembangunan secara swadaya yang direncanakan mulai dikerjakan pada 10 Februari 2026.
Dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja guru, pihak sekolah juga mulai merencanakan kegiatan pengembangan kapasitas melalui workshop. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan menjawab kebutuhan pendidikan di SD Negeri Letman.
Zusana mengungkapkan dirinya mulai menjalankan tugas sebagai Plt Kepala Sekolah sejak menerima Surat Keputusan pada 8 Desember 2025 dan aktif hadir di sekolah sejak 9 Desember 2025. Hingga kini, ia telah bertugas selama lebih dari satu bulan.
Terkait tenaga pendidik, Zusana menyebutkan bahwa SD Negeri Letman memiliki delapan guru PNS, satu guru PPPK, satu guru honorer yang dibiayai oleh ohoi untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, serta satu penjaga sekolah berstatus PNS.
Namun demikian, jumlah guru dinilai masih belum mencukupi, terutama untuk guru kelas dan guru mata pelajaran Matematika.
“Untuk guru kelas seharusnya enam orang, tapi saat ini masih kurang. Kami sangat membutuhkan tambahan satu atau dua guru,” ujarnya.
Dalam bidang kedisiplinan, Zsusana juga melakukan perubahan jam masuk sekolah. Jika sebelumnya aktivitas belajar mengajar kerap dimulai pukul 08.00 WIT atau lebih, kini jam masuk sekolah ditetapkan pukul 07.20 WIT sebagai bentuk penyesuaian menuju kedisiplinan waktu. Selain itu, upacara bendera kini kembali rutin dilaksanakan setiap hari Senin.
Ia menambahkan, selama lebih dari satu bulan bertugas, sudah terlihat perubahan positif, baik dari sisi kehadiran siswa maupun aktivitas pembelajaran. Pihak sekolah juga telah dua kali menggelar pertemuan dengan orang tua siswa untuk membangun komunikasi dan dukungan bersama.
Menanggapi harapannya kepada pemerintah daerah, Zsusana berharap Dinas Pendidikan dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan guru di SD Negeri Letman agar proses pendidikan dapat berjalan optimal.
“Guru adalah kebutuhan pokok kami. Ubro berharap ke depan ada penambahan tenaga pendidik untuk menjawab kebutuhan anak-anak,”tutup Ubro.
(Elang Kei)







Komentar