NPCI Papua Barat Resmi Mandatkan Kepemimpinan Fakfak: Harapan Baru Olahraga Difabel Bertunas

Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com |  Sebuah tonggak baru bagi olahraga difabel di Tanah Papua Barat resmi ditorehkan. National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Provinsi Papua Barat secara sah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Mandat Ketua NPCI Kabupaten Fakfak kepada Nicodemus Rahayaan.

Penyerahan mandat berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Fakfak, Senin, 22 Desember.

Mandat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum NPCI Papua Barat, Benone Rahaor, didampingi Sekretaris Maria Roslinde Minis. Prosesi ini turut disaksikan Sekretaris Disdikpora Kabupaten Fakfak, Mohamad Taher Patiran, S.Sos., M.M., sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga difabel.

Dalam keterangannya, Benone Rahaor menegaskan bahwa NPCI bukan sekadar organisasi olahraga, melainkan ruang perjuangan dan pengabdian bagi atlet penyandang disabilitas. Ia mengingatkan bahwa atlet difabel Papua Barat telah berulang kali mengharumkan nama daerah di berbagai ajang nasional, bahkan menyumbangkan medali bagi Indonesia.

“Dengan terbentuknya NPCI Kabupaten Fakfak, kami berharap lahir atlet-atlet difabel berprestasi yang tidak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” ujar Benone.

Menurutnya, selama ini perhatian terhadap kaum difabel masih belum sebanding dengan potensi yang dimiliki. Kehadiran NPCI di tingkat kabupaten diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan pembinaan yang terstruktur, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi atlet difabel.

Nada optimisme juga datang dari Sekretaris Disdikpora Fakfak, Mohamad Taher Patiran. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh langkah-langkah NPCI, baik dalam pelaksanaan kegiatan, pembinaan atlet, maupun keikutsertaan dalam berbagai ajang olahraga.

“Kami siap bersinergi. Olahraga difabel adalah bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Fakfak,” katanya.

NPCI sendiri merupakan organisasi olahraga prestasi utama bagi penyandang disabilitas di Indonesia, setara dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). NPCI bertanggung jawab membina, melatih, dan mengirim atlet difabel ke ajang nasional seperti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas), hingga kompetisi internasional seperti Asian Para Games dan Paralimpiade.

Lebih dari sekadar prestasi, NPCI juga mengemban misi perlindungan dan kesejahteraan atlet difabel—menjaga kehormatan, keadilan, dan masa depan mereka di dunia olahraga.

Dengan mandat yang kini berada di tangan Nicodemus Rahayaan, NPCI Kabupaten Fakfak diharapkan menjadi lokomotif baru. Sebuah gerakan sunyi namun pasti, yang menyiapkan panggung bagi atlet-atlet difabel untuk berdiri sejajar, berlari bersama, dan menang atas keterbatasan.

Komentar