MOLU MARU, Kabarsulsel-indonesia.com – Jumlah daun sengk empat puluh lembar, namun sayangnya ongkos muat (Rp. 400.000) empat ratus ribu rupiah.
Kepada media ini, salah satu masyarakat Desa Adodo Molu Kecamatan Molu Maru Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), menyesali harga muat barang di Kapal Sabuk Nusantara 103 yang melayani masyarakat di provinsi Maluku, Selasa (21-11-2022).

Pasalnya, ongkos muat sengk yang diangkut pada kapal Sanus 103 tersebut harganya lebih mahal dari pada tiket penumpang. Akibat dari harga muat sengk berjumlah empat puluh lembar itu dibayar (empat ratus ribu rupiah) sementara harga tiket penumpang dari Pelabuhan Yosudarso Tual menuju Momar sebesar Rp.15.000 (lima belas ribu rupiah), maka menurut sumber bahwa, PT Pelni jadikan harga ongkos barang lebih berharga dari pada harga manusia, bebernya,
Dari kejadian ini, sumber berharap kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. Hj.Joko Widodo beserta Dirjen Perhubungan, Gubernur Maluku, masing-masing untuk dapat Menindaklanjuti keluhannya, karena sebetulnya kapal Sabuk Nusantara 103 merupakan Tol Laut yang dipergunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat bukan untuk membebani masyarakat, harapnya,
Bukan hanya ongkos muat, Sabuk Nusantara 103 juga berjualan diatas kapal dengan harga yang sangat memperhatikan. Para penumpang, akibat harga barang yang sangat mahal seperti contohnya kopi segelas dengan harga Rp.10.000 (sepulu ribu rupiah), maka jika harga kopi saja sepuluh ribu, maka harga yang lainnya mungkin diduga naik harganya sampai ke langit, kesalnya,
Sampai berita ini diturunkan pimpinan PT Pelni Tual belum sempat di mintai tanggapan.
(Saily)







Komentar