Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Pemerintah Kabupaten Fakfak bersiap menggelar salah satu momentum penting dalam roda birokrasi daerah: pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pejabat pimpinan tinggi dan administrator di lingkungan Pemkab Fakfak. Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 08.30 WIT, bertempat di Winter Tuare.
Undangan resmi bernomor 000.1.5/028/SET/2026 yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Fakfak, Drs. EC. Sulaeman Uswanas, M.Si., telah beredar dan ditujukan kepada para kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak. Undangan tersebut menegaskan bahwa kehadiran para pejabat merupakan bagian dari rangkaian resmi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan sebagai bentuk komitmen terhadap amanah, integritas, dan tanggung jawab pelayanan publik.
Sehari jelang hari pelaksanaan, Kabarsulsel-Indonesia.com memantau langsung situasi di sekitar Rumah Negara. Sejak malam aktivitas pejabat tampak meningkat. Beberapa figur penting terlihat keluar-masuk area tersebut, memunculkan beragam spekulasi sekaligus menguatkan sinyal bahwa proses pelantikan sudah memasuki tahap akhir persiapan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun media ini, pelantikan kali ini tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap. Kloter pertama akan melantik enam pejabat, sementara tujuh pejabat lainnya dijadwalkan menyusul pada tahap berikutnya. Pola bertahap ini dinilai sebagai langkah kehati-hatian pemerintah daerah dalam memastikan kesinambungan pelayanan publik serta transisi kepemimpinan yang berjalan tanpa gejolak.
Adapun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masuk dalam kloter pertama pelantikan antara lain Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Fakfak, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Fakfak, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Fakfak, Inspektur Inspektorat Kabupaten Fakfak, serta jabatan Asisten Administrasi Umum Setda Fakfak. Keenam posisi tersebut dipandang strategis karena bersentuhan langsung dengan sektor pelayanan dasar, pengawasan internal, hingga tata kelola pembangunan daerah.
Namun, cerita pelantikan ini belum selesai. Kloter kedua telah disiapkan untuk menyusul. OPD yang akan dilantik pada tahap berikutnya meliputi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Dinas Sosial. Hingga kini, belum ada kepastian waktu kapan pelantikan susulan tersebut akan digelar.
Pelantikan ini tidak sekadar seremoni administratif, melainkan menjadi penanda arah baru birokrasi Fakfak ke depan. Di tengah tantangan pembangunan daerah, tuntutan transparansi, serta ekspektasi publik yang kian tinggi, para pejabat yang dilantik diharapkan mampu bekerja cepat, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Publik menanti apakah rotasi dan pengisian jabatan ini akan membawa angin segar bagi perbaikan kinerja pemerintahan, khususnya dalam sektor pendidikan, lingkungan, dan pengelolaan sumber daya daerah.
Sementara itu, suasana menjelang pelantikan juga diwarnai harapan sekaligus kehati-hatian. Sejumlah kalangan menilai, komposisi pejabat yang dilantik akan menjadi cerminan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas. Pelantikan Rabu pagi nanti bukan hanya tentang siapa menduduki kursi jabatan, tetapi tentang bagaimana kekuasaan administratif dijalankan untuk kepentingan masyarakat Fakfak secara luas.
Dengan panggung Winter Tuare sebagai saksi, Fakfak bersiap memasuki babak baru tata kelola pemerintahan—sebuah babak yang akan diuji bukan oleh janji dalam sumpah, melainkan oleh kerja nyata setelahnya.







Komentar