Malra,Kabarsulsel-Indonesia.com. Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) III Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kab. Maluku Tenggara bukan sekadar agenda rutin organisasi namun tujuan Musda esensinya untuk menilai dan mengevaluasi kinerja pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) selama satu periode masa jabatan sebelumnya dan merumuskan serta menetapkan rencana kerja atau kebijakan organisasi untuk periode mendatang.
Musyawarah Daerah III Pemuda Muhammadiyah Kab. Malra dengan sorotan tema *“Transformasi Pemuda Negarawan, Mewujudkan Maluku Tenggara Harmoni dan Berkemajuan,”* membawa pesan kuat tentang arah baru gerakan kepemudaan di Bumi Larvul Ngabal.
Ada tiga poin krusial yang patut kita garis bawahi dari agenda ini :
1. *Relevansi “Pemuda Negarawan”*
Di tengah polarisasi dan dinamika sosial, konsep Pemuda Negarawan adalah oase. Pemuda Muhammadiyah dituntut tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang melampaui batas-batas sektarian. Transformasi ini berarti bergeser dari ego kelompok menuju pengabdian publik yang lebih luas.
2. *Harmoni sebagai Fondasi Lokal*
Maluku Tenggara memiliki akar budaya yang kuat. Upaya mewujudkan “Maluku Tenggara Harmoni” menunjukkan komitmen Pemuda Muhammadiyah untuk menjaga keberagaman. Sinergi antara nilai keislaman dan kearifan lokal adalah kunci untuk merawat perdamaian dan stabilitas daerah.
3. *Ikhtiar Berkemajuan*
Narasi “Berkemajuan” adalah mandat ideologis. Di level daerah, ini harus diterjemahkan ke dalam program kerja nyata: pemberdayaan ekonomi kreatif, literasi digital, dan penguatan sumber daya manusia. Pemuda harus menjadi motor penggerak pembangunan, bukan sekadar penonton kebijakan.
Keberhasilan Musyda III ini tidak akan diukur dari siapa yang terpilih menjadi ketua, melainkan seberapa mampu formatur baru menerjemahkan tema besar tersebut ke dalam aksi nyata yang dirasakan oleh masyarakat Maluku Tenggara.
Selamat Ber-Musda !
Semoga melahirkan pemimpin yang mampu membawa perubahan dan menjaga nyala api peradaban di Maluku Tenggara.
(Evav)








Komentar