Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. Pemerintah Provinsi Maluku mempertegas komitmennya menjaga kerukunan antarumat beragama dengan integrasi nilai kearifan lokal dalam sistem pendidikan, untuk wujudkan Indonesia Emas 2045.
Sadali Ie, Sekretaris Daerah Maluku, tekankan transformasi daerah harus dimulai dari pembangunan karakter pendidik dan siswa.
“Pembangunan Maluku Baru dimulai dari karakter yang baru. Kita masukkan nilai-nilai luhur seperti Halirasa Bintarasa dan semangat Potong di Kuku Rasa di Daging sebagai suplemen kurikulum di SMA, SMK, dan SLB,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur, Kamis (12/2/2026).
Langkah ini bertujuan membuat perbedaan agama, ras, dan suku menjadi kekayaan yang menyatukan masyarakat dalam bingkai persaudaraan sejati.
Matius Ho, Direktur Eksekutif Institut Leimena, apresiasi tinggi kolaborasi Pemprov dan lembaga pendidikan Maluku, yang kini menjadi model nyata kerukunan beragama internasional.
“Keberhasilan Maluku jaga kohesi sosial jadi strategi ASEAN 20 tahun ke depan.
Tahun lalu, pemerintah Bangsa Moro datang ke sini pelajari bagaimana Maluku kelola kemajemukan,” ungkapnya.
Pemerintah berharap peran media membantu sebarluaskan pentingnya nilai persaudaraan ini ke seluruh pelosok provinsi.
“Kita ingin pastikan setiap anak Maluku punya karakter agung, siap bawa nama baik daerah di kancah nasional dan internasional,” tutup Sadali.
Acara yang berlangsung di lantai 7 Kantor Gubernur ini dihadiri oleh koordinator khusus, Pak Farid, dan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Maluku yang berkomitmen kawal implementasi kurikulum karakter di sekolah-sekolah.
(M.N)








Komentar