MALRA, Kabarsulsel-indonesia.com – Perhelatan lomba dayung dalam ajang Festival Pesona Meti Kei (FPMK) tahun 2022 kembali ditunda penyelenggara Jumat, (21/10/2022). Informasi yang dihimpun Kabarsulsel-indonesia.com, sebelumnya di hari pertama perlombaan, Pemerintah Daerah setempat terlibat dalam menghadiri kegiatan wisata tahunan itu. Pasca dibuka, Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun turut langsung mengarungi lokasi perairan dengan satu buah motor laut.
Setelah itu, tibalah giliran peserta lomba yang terdiri dari kampung (Ohoi) mengambil bagian dalam kompetisi tersebut. Setelah beberapa saat lomba berlangsung dalam situasi Kamtibmas yang berjalan aman dan lancar tanpa ada hambatan. Namun sekitar pukul 15:50 WIT keadaan berbalik arah akibat adanya keributan antara peserta yang disusul saling kejar-kejaran dan lempar-melempar antar kelompok peserta lomba.

Salah seorang warga Ohoi Wain MC saat dikonfimasi membenarkan insiden kerjadian itu. Ia mengaku, pasca keributan itu terdapat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat aksi saling lempar antar peserta lomba termasuk bangunan Pemerintah Ohoi setempat.
“Iya, ada insiden tadi, tapi sudah selesai” ujar sumber dalam percakapan WhatsApp Sabtu, (22/10/2022).
MC yang saat itu tengah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), turut menyaksikan keributan yang terjadi dimana para peserta saling mendorong dan mengejar dari lokasi pantai menuju ke dalam kampung Wain.
Ia menjelaskan keributan yang terjadi di Ohoinya itu lantaran adanya selisih kemanangan antara peserta lomba dayung FPMK 2022.
“Dong bakalai karna lomba dayung antara Ibra, Revav dan Wain sekitar pukul 03:50 WIT. Kejadian pas semua peserta dayung masuk finish, masih dalam suasana perlombaan dengan tiba-tiba Ibra menyerang meja Panitia.” Jelasnya.
Disinggung terkait dengan kerusakan pasca keributan tersebut MC mengaku ada beberapa rumah mengalami kerusakan ringan pada bagian atap dan kaca jendela yang pecah akibat terkena lemparan batu.
Ia membeberkan salah satu korban insiden itu tidak lain ibu kandungnya sendiri atas nama Saadia Rahantan di Ohoi Wain Kecamatan Kei Kecil timur Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku.
“Korban kerusakan rumah orang tua saya sendiri. Kerusakan dua buah lembar daun seng. Sekalipun kerusakan ringan tapi perlu ditanggulangi segera mungkin” pintanya.
Terkait dengan insiden ini, Panitia telah mengambil keputusan untuk menghentikan sementara lomba dayung dimaksud guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Selamat malam bapak/ibu Manager dan Ketua Tim, berikut ini adalah info lanjutan dari Koordinator Lomba Dayung FPMK 2022.
Setelah mendengar berbagai masukan dari aparat keamanan maka diminta kepada Tim Wasit agar menghentikan seluruh lomba dayung. Hal selanjutnya akan disampaikan kemudian. Arahan Ketua FPMK melanjutkan arahan Bupati. Demikian untuk dilaksanakan, terima kasih dan tetap semangat” tulis Panitia dalam percakapan WhatsApp yang diterima media ini.
Sejauh ini, Ohoi Wain yang ditetapkan panitia sebagai pusat kegiatan lomba dayung dalam rangka memeriahkan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2022 terpantau berada dalam keadaan aman dan kodusif. Walaupun demikian namun, masih menunggu informasi dari penyelenggara dan panitia pelaksana (Panpel) sehubungan dengan ajang pertandingan lomba dayung dimaksud.
(DANIEL MITUDUAN)







Komentar