Langkah Berani Pemdes Labobar: Hadirkan Starlink untuk Putuskan Keterisolasian Komunikasi

Tanimbar, Kabarsulsel-Indonesia.com | Di tengah keterbatasan infrastruktur dan posisi geografis yang terisolasi, Pemerintah Desa Labobar, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, mengambil langkah taktis dan berani: mengadakan jaringan komunikasi berbasis satelit Starlink.

Langkah ini menandai titik balik penting dalam upaya keluar dari bayang-bayang keterpencilan digital yang selama ini membelenggu warga.

Desa Labobar bukan sekadar bagian dari kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Letaknya yang berada di gugusan kepulauan terpisah dari Yamdena menjadikan akses informasi dan komunikasi sebagai tantangan kronis.

Selama bertahun-tahun, masyarakat desa seperti hidup dalam ruang sunyi teknologi, jauh dari jangkauan sinyal dan internet yang layak.

Melalui forum musyawarah desa, Pemerintah Desa Labobar memutuskan untuk menjawab kebutuhan krusial itu: menghadirkan Starlink, layanan internet satelit besutan perusahaan milik Elon Musk, yang dikenal andal menjangkau wilayah-wilayah pelosok.

Program ini dibiayai dari Dana Desa tahap pertama tahun anggaran 2025.

“Kami tidak ingin warga Labobar terus hidup dalam keterisolasian digital. Ini bukan sekadar soal internet, tapi tentang hak dasar masyarakat untuk terhubung dengan dunia luar,” ujar Kepala Desa Labobar, Bugis, saat diwawancarai, Jumat, 8 Mei 2025.

Lebih lanjut, Bugis menuturkan bahwa pengadaan Starlink juga bagian dari kontribusi Pemdes Labobar dalam menyukseskan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Menurutnya, sinkronisasi antara desa dan kabupaten menjadi kunci dalam menciptakan percepatan pembangunan yang inklusif.

Keberanian Pemdes Labobar ini patut dicatat sebagai preseden baik. Di saat banyak desa lain masih terjebak pada rutinitas pembangunan fisik konvensional, Labobar memilih melompat jauh dengan membidik sektor komunikasi sebagai urat nadi masa depan.

“Program ini adalah jembatan menuju masa depan Labobar yang lebih terbuka dan partisipatif. Tapi keberhasilan tak cukup hanya dengan niat baik pemerintah. Perlu dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” tegas Bugis.

Starlink di Labobar bukan sekadar pemasangan perangkat, tapi simbol pembebasan: dari sunyi, dari keterpencilan, dan dari ketertinggalan.

Kini, saat dunia hadir dalam genggaman, tinggal bagaimana masyarakat Labobar memanfaatkan peluang digital ini untuk membangun peradaban baru di ujung timur Indonesia.

Writter : Saly | Editor : Red

Komentar