Lagi-lagi Manager GOTA Supermarket Memaksa Yenni Wemaf Untuk Tanda Tangan Surat Pengunduran Diri Terkait Dua Struk

LANGGUR, Kabarsulsel-indonesia.com – Gegara dua struk pembelian, lagi lagi Manager GOTA Supermarket melakukan pemaksaan tandatangani Surat Pengunduran Diri kepada salah satu karyawati GOTA Supermarket pada hari Minggu, (13/11/22) yang bertempat di Ohoijang, Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Kei kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

Yenni Wamaf, selaku karyawati GOTA Supermarket, kini kembali jadi korban pemaksaan yang di paksa untuk menandatangani surat pengunduran diri, sehingga dirinya merasa di rugikan oleh pihak GOTA Supermarket. “Bebernya.

Kata wemaf,waktu hari Minggu (13/11/22). itu saya ditugaskan di kasir depstor, pada saat kasir ada customer yang transaksi di saya,tapi sebelum transaksi saya lihat harga barangnya sangat mahal.

“Dan saya sempat tanya customer, barang yang mau ambil ini sudah,lalu customer bilang ia mau ambil,tapi kalau bisa nona tolong jumlakan dulu jangan sampai uang tidak cukup, Sesudah selesai jumlah saya kasi tau total harga barang yang di beli customer, lalu barangnya disetujui untuk transaksi.tapi yang pertama transaksi baju, kemudian barulah transaksi celana jadi ada dua struk pembayaran.

Selesai itu juga saya langsung turun ke supermarket, Karna ini sudah mau jam istirahat, Dan pada saat turun ke bawa, ketemu lagi dengan customer tadi, karna kebetulan customer bawa barang belanja posisinya mau masuk kedalam supermarket. “Paparnya.

Terus saya tegur, pasalnya di supermarket ini aturannya begitu,jadi tidak bole membawa tas atau segala macam yang masuk ke dalam.”Terangnya.

Hal tersebut saya juga jelaskan ke customer, ibu kalau bisa nanti barang di titip ke tempat penitipan barang, lalu customer menjawab, nona titip di mana, lalu saya kasi tunjuk, malahan saya tawarkan ambil barangnya pergi titip. ini juga bagian dari melayani.”Tutur wemaf.

Ternyata disaat saya titip barangnya itu ada atasan saya yang suda perhatikan dari situ, terus saya kasi tau ke penjaga bahwa penitipan om pice, ini barang customer, jadi saya minta nomor penitipan, setela itu saya bawa ke customer sekalian saya kasi tunjuk posisi penitipan.”Bebernya

sementara itu, yang jaga di penitipan ada liat saya kasi kode ke customer.
setela itu saya pergi transaksi Air Le miniral satu botol, untuk pergi istirahat.

Yang berikut, pa Jum tanya ke penjaga bahwa penitipan barang yang tadi yenni bawa datang itu milik siapa? lalu om pice, penjaga penitipan bilang, itu punya customer, tapi Yenni yang bawa untuk titip.”Ucapnya.

“Tidak lama istirahat saya di panggil untuk masuk ke ruangan, saya di tanya ada transaksi apa di depstor.saya jawab tadi ada transaksi baju dan celana yang di beli customer. ” jelasnya.

“Kemudian pa jum tanya lagi, barang yang titip itu punya siapa,saya juga menjawab itu barang milik customer.disini saya juga sempat bingung maksudnya pertanyaan itu tujuannya apa.terus di tanya lagi, customer itu kenal apa tidak, tinggal di mana,orang mana, saya langsung bilang saja tidak tau.”tutup wemaf.

“Kata wemaf, bahwa saya kira masalah ini biasa-biasa saja, ternyata pa Jum kembali pergi lapor ke manajer lalu saya di panggil manajer, katanya saya punya niat lain di balik itu, karna saya ada transaksi dua kali dalam waktu yang berbeda. Olehnya itu saya juga tidak mau terima, karna saya tidak tau apa apa langsung di tuduh seperti itu.”sesalnya.

 

Tf(02)

Komentar