Kisah Inspiratif dari Ketapang: Inisiatif Madi Bersihkan Semak Rimbun di Tikungan Maut demi Keselamatan Jalan

Uncategorized549 views

Ketapang, kabar Sulsel Indonesia.com Sebuah tindakan terpuji yang berlandaskan rasa kepedulian terhadap keselamatan sesama patut diacungi jempol. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat, muncul seorang sosok inspiratif bernama Madi, warga RT 02 Desa Padang, yang secara sukarela berinisiatif mengambil tindakan nyata untuk mencegah kecelakaan lalu lintas jalan tikungan dekat jembatan Pawan lima kelurahan mulia baru kabupaten Ketapang provinsi Kalimantan Barat hari Rabu 08/04/2026.

Masalah Klasik: Tikungan Buta yang Membahayakan

Lokus kejadian berada di Simpang Jalan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Di lokasi ini terdapat sebuah tikungan jalan yang selama ini dikenal cukup rawan. Masalah utamanya bukanlah pada kondisi aspal, melainkan pada pertumbuhan semak rimbun dan ilalang yang sangat lebat di sisi dalam tikungan. Keberadaan tumbuh-tumbuhan ini menghalangi pandangan bebas para pengguna jalan, baik pengendara motor maupun mobil.

Menghalangi Pandangan, Sering Terjadi Kecelakaan

Warga sekitar dan para pengguna jalan sudah sering mengeluhkan kondisi ini. Semak yang rimbun membuat tikungan tersebut menjadi “tikungan buta” (blind spot). Tanpa adanya pandangan yang jelas dari kedua arah, risiko terjadinya tabrakan, terutama saat menyalip atau saat ada kendaraan dari arah berlawanan, menjadi sangat tinggi. Berbagai kecelakaan kecil maupun sedang dilaporkan sudah sering terjadi di lokasi tersebut, yang seharusnya bisa dihindari jika jarak pandang lebih baik.

Kepedulian Tanpa Menunggu Petugas

Mengetahui potensi bahaya yang terus mengintai, Madi tidak berdiam diri. Meskipun membersihkan lahan di pinggir jalan raya seharusnya menjadi tugas dinas terkait atau pemilik lahan, ia merasa memiliki tanggung jawab sosial. Terlebih lagi, ia sering mendengar dan melihat sendiri bagaimana para pengendara berisiko tinggi saat melintasi tikungan tersebut. Didorong oleh rasa kemanusiaan dan keinginan untuk berbuat baik tanpa menunggu tindakan dari pihak berwenang, ia pun memutuskan untuk bertindak sendiri.

Inisiatif Menyewa Pekerja

Alih-alih membersihkannya seorang diri, Madi memutuskan untuk mengalokasikan dana pribadinya untuk mengupah seorang pekerja laki-laki yang dianggapnya mampu melakukan pekerjaan fisik dengan cepat. Langkah ini diambil agar pembersihan dapat dilakukan secara efisien, tuntas, dan tepat sasaran, mengingat area yang perlu dibersihkan cukup luas dan penuh dengan semak belukar yang tebal.

Aksi Nyata di Sore Hari

Pada hari Rabu, 8 April 2026, sekitar pukul 09.44 pagi, saat matahari mulai naik ke atas, aksi pembersihan tersebut direalisasikan. Seorang pekerja yang disewa oleh Madi, terlihat dalam foto mengenakan kemeja kotak-kotak dan celana panjang, mulai bekerja dengan giat. Ia menggunakan alat tebas untuk memotong dan membuang semua semak serta rumput tinggi yang selama ini menjadi penghalang di tikungan tersebut.

Madi Awasi Langsung Pekerjaan

Madi sendiri tidak hanya sekadar memberikan upah, tetapi juga hadir langsung di lokasi untuk memastikan pekerjaan tersebut berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Ia memantau proses penebasan, memastikan agar area kritis benar-benar bersih sehingga pandangan mata pengguna jalan kembali terbuka lebar. Kehadirannya di lokasi juga merupakan bentuk dukungannya terhadap pekerja yang ia pekerjakan.

Kini Tikungan Mulia Baru Menjadi Lebih Aman

Kini, setelah semak-semak rimbun tersebut berhasil dihilangkan, kondisi Simpang Jalan Mulia Baru, khususnya di area tikungan, sudah berubah drastis. Jarak pandang bagi pengendara dari kedua arah kini jauh lebih lapang. Dengan tidak adanya lagi “tirai alam” yang menghalangi, risiko kecelakaan dapat diminimalisir. Tindakan Madi ini adalah bukti nyata bahwa sebuah kepedulian kecil dari satu individu dapat membawa dampak positif yang besar bagi keselamatan banyak orang.

(Sukardi)

Komentar