Keluarga Pasien Keluhkan Minimnya Kontrol Dokter Pasca Operasi di ( RSUD ) Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara, Meski Pelayanan Perawat Dinilai Baik

Uncategorized114 views

Langgur, KabarSulsel – Indonesia.com – Keluarga pasien atas nama Rafael Justin Toffy mengeluhkan minimnya kontrol dokter pasca operasi yang dijalani di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara. Keluhan ini disampaikan karena kondisi luka operasi pasien masih terus mengalami pendarahan, meskipun pelayanan perawat dinilai sudah cukup baik. ( Senin / 12/ 01/ 2026 )

Menurut keterangan pihak keluarga, sejak pasien menjalani tindakan operasi yang dilakukan oleh Dokter Gregorius Harbel pada Rabu, 31 Desember 2025, pelayanan perawat di RSUD Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara dinilai optimal. Petugas keperawatan secara rutin melakukan pemantauan kondisi pasien pada pagi, siang, sore hingga malam hari.

“Pelayanan perawat itu bagus, pagi, siang, malam selalu datang kontrol,” ungkap Anthia Maria Fautngilyanan, selaku OMA pasien, Sabtu.

Namun demikian, keluarga mengaku khawatir karena selama kurang lebih dua minggu pasca operasi, dokter yang melakukan tindakan operasi disebut baru satu kali melakukan kunjungan kontrol. Pemeriksaan tersebut, menurut keluarga, hanya dilakukan secara visual dari luar tanpa membuka dan memeriksa langsung kondisi luka bagian dalam.

“Kami khawatir karena luka masih berdarah terus. Dokter hanya lihat dari luar, tidak buka luka di dalam. Padahal di bagian tengah luka ada bolong dan keluar darah,” jelas pihak keluarga.

Kondisi pasien sempat memburuk pada Jumat lalu. Pasien dilaporkan mengalami muntah cukup banyak dan terlihat pucat, sehingga membuat keluarga panik dan segera meminta agar dokter datang untuk memeriksa langsung kondisi pasien.

“Kami takut terjadi apa-apa. Pasien muntah banyak dan wajahnya pucat. Akhirnya kami minta supaya dokter datang lihat langsung,” tambahnya.

Setelah dilakukan koordinasi, dokter lain akhirnya datang untuk membuka perban dan mengganti obat. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui terdapat lubang di bagian tengah luka operasi yang masih mengeluarkan darah.

Keluarga menegaskan bahwa mereka tidak mempermasalahkan pelayanan perawat yang selama ini dinilai sudah maksimal. Namun, keluarga berharap keterlibatan dokter, khususnya dokter yang melakukan tindakan operasi, dapat lebih dioptimalkan dalam memantau kondisi pasien pasca operasi.

“Kami hanya berharap dokter yang menangani operasi bisa lebih sering datang melihat kondisi luka, supaya keluarga juga tenang dan tahu bagaimana perkembangan pasien,” tuturnya.

Keluarga juga mengakui bahwa salah satu dokter yang rutin memantau pasien diketahui sedang berhalangan hadir dalam beberapa hari terakhir karena urusan pribadi. Meski demikian, keluarga berharap pengawasan medis tetap berjalan secara optimal, mengingat kondisi kesehatan pasien yang masih rentan.

“Harapan kami cuma satu, penanganan terhadap adik kami bisa lebih diperhatikan, karena ini menyangkut keselamatan dan kesehatannya,” pungkas keluarga.

( Elang Kei )

Komentar