oleh

Kata Wali Kota Tual, Pesparani Katolik ke-IV di Kota Tual Lebih Meriah Dari MTQ di Saumalki

Tual, Kabarsulsel-indonesia.com – Wali Kota Tual Adam Rahayaan S.Ag, M.Si memastiakan bahwa pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik keempat tingkat Provinsi Maluku yang di laksanakan di Kota Tual lebih meriah dibenadingkan dengan MTQ di Kota Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).
Kata Rahayaan, rencana Tuhan selalu indah pada waktunya, karna sesungguhnya Pesparani keempat tingkat Provinsi Maluku yang sedianya dilaksanakan di tahun 2020 namun karna pandemi Covid-19 melanda Bangsa ini sehingga baru terlaksanan disaat ini,dan kami pemerintah kota Tual dan warga masyarakat kota tual tetap mendukung sepenuhnya kegiatan keagamaan dan tanpa pandang bulu.”Jelas Rahayaan.

“Hal ini meneguhkan tekad yang tidak pernah surut dan komitmen yang keras tentang pentingnya Pelaksanaan Pesparani sebagai penjabaran program Nasional dan sekaligus menjadi momentum yang mampu dan memperkuat nilai sosial budaya berkat persatuan Bangsa seperti dalam filosofi ain ni ain, kai wai, kalwedo, ida bela, tiga batu tungku pela gandong dan lain-lain.” Ujar Walikota dalam sambutannya saat menghadiri kegiatan seremonial pembukaan Pesparani di Lapangan Lodar, Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual Minggu, (25/9/2022) pukul 20:00 WIT.

Lanjut Rahayaan bahwa pelaksanaan Pesparani ini bukan hanya menjadi milik saudara-saudaraku umat Katolik saja tetapi juga menjadi milik semua umat beragama di dua daerah ini.

Sebagaimana para pendukung acara tidak hanya berasal dari Katolik saja tetapi juga Protestan dan umat juga keterlibatan mendominasi susunan panitia dan pendukung acara ini.”Tutur Rahayaan.

“Bila pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Maluku di Saumlaki, didominasi oleh katolik dan protestan untuk mensukseskan MTQ dalam kondisi jumlah warga muslim 4% saja maka kami ingin menunjukan suksesnya Pesparani IV tingkat Provinsi Maluku yang di laksanakan di Kota Tual dalam keadaan jumlah katolik hanya 04%.”
Demikian juga rumah-rumah warga namun karna toleransi,maka pihak protestan dan muslim juga siap untuk menampung kontingen Pesparani,dan hal ini menunjukan rasa persaudaraan yang tinggi dan menjadi bukti pula bahwa Kota Tual nilai sebagai salah satu Kota Toleransi umat beragama terbaik di indonesia sehingga kami abdikan tiga miniatur rumah ibadah yang terletak pada lokasi arena utama ini. “Bebernya”

Mengakhiri sambutan saya,atas nama Pemrintah Kota Tual dan seluruh warga masyarakat kota Tual mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhomat bapak gubernur atas perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan di kota Tual selama ini.”Ujar Rahayaan.

Sementara itu, diakhir sambutan dari Kepala Kantor Kementrian Agama Provinsi Maluku H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I mengatakan bahwa musik dapat melancarkan cahaya-cahaya yang menghalangi hati dan pikiran serta menjadikan kita semua insan yang menghargai karunia tuhan,
“Seperti apa yang penah disampaikan oleh Plato.

Seorang filshub terkenal beliau mengatakan musik seperti memberi jiwa ke alam semesta, musik memberikan syarat kepada pikiran,dan musik membawa pikiran tentang imajinasi dan pada akhirnya akan selalu memperindah semua elemen kehidupan manusia.” Pungkas Yamin.

(stopcoppypaste)

Komentar

Berita Lainnya