Kades Muara Jekak Dianggap Abaikan Suara Rakyat: Pembangunan Indomaret Picu Kontroversi dan Ancaman bagi Pedagang Kecil

Ketapang, Kabarsulsel-Indonesia.com |  Pembangunan gerai Indomaret di Desa Muara Jekak, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menuai kontroversi.

Meski mendapat penolakan keras dari 135 pedagang kecil dan warga setempat, proses pembangunan tetap berjalan. Hal ini memicu tudingan bahwa Kepala Desa Muara Jekak tidak peduli terhadap keluhan masyarakatnya.

Seorang warga Muara Jekak, Suandi alias Olok, secara tegas menyampaikan kritik terhadap kebijakan Kepala Desa. Melalui pesan suara yang dikirimkan kepada Kabarsulsel-Indonesia.com, Senin (9/12), Suandi menilai keputusan Kades untuk melanjutkan pembangunan Indomaret menunjukkan keberpihakan kepada pengusaha besar tanpa mempertimbangkan dampak buruknya terhadap pedagang kecil.

“Kades yang sekarang hanya peduli pada pengusaha besar, sementara pedagang kecil yang sudah turun-temurun berjualan di desa ini justru dibiarkan menghadapi ancaman mati perlahan akibat persaingan yang tidak seimbang,” kata Suandi.

Lebih lanjut, Suandi mengungkapkan bahwa pada masa kepemimpinan Kades sebelumnya, pembangunan Indomaret atau Alfamart telah ditolak melalui kesepakatan bersama antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat. Namun, kesepakatan tersebut kini diabaikan tanpa adanya sosialisasi ulang.

“Keputusan ini diambil sepihak. Warga tidak pernah dikonfirmasi ulang. Bahkan, diduga kuat data lama yang digunakan untuk mendukung pembangunan ini telah dimanipulasi,” tambah Suandi.

Tidak hanya soal dampak ekonomi, warga juga mengeluhkan lokasi pembangunan Indomaret yang dianggap tidak strategis dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Letaknya yang dekat dengan simpang empat dan sebuah sekolah dasar dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas serta mengganggu aktivitas belajar-mengajar.

“Pembangunan ini jelas berbahaya, baik untuk pengguna jalan maupun anak-anak sekolah. Kami meminta pihak terkait segera meninjau ulang keputusan ini sebelum dampaknya semakin buruk,” tegas Suandi.

Warga juga meminta pemerintah daerah hingga pusat untuk turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Mereka menilai keberadaan minimarket modern seperti Indomaret dapat memicu ketimpangan ekonomi dan merugikan pedagang kecil yang telah lama menjadi penggerak perekonomian desa.

“Jangan sampai keputusan sepihak seperti ini hanya menguntungkan segelintir pihak dan mengorbankan mayoritas rakyat kecil,” pungkas Suandi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Desa Muara Jekak dan manajemen Indomaret belum memberikan tanggapan terkait persoalan ini. Kabarsulsel-Indonesia.com masih terus mengembangkan laporan lebih lanjut.

Komentar