Indikator Pertumbuhan Ekonomi Kota Ambon Tahun 2025 Menurun Namun Masih Tetap Terjaga

Uncategorized316 views

Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. Terkait masalah pertumbuhan ekonomi dan inflasi di kota Ambon Walikota Bodewin Wattimena yang diwawancarai wartawan usai konfrensi pers di ruang Visingen Balai Kota Ambon, Senin (6/10/2025), menyampaikan bahwa,

BPS kota Ambon, secara resmi melaporkan kepada kami terkait dengan kinerja ekonomi di semester pertama atau di triwulan 2.

“kita bersyukur bahwa indikator-indikator seperti soal pertumbuhan ekonomi walaupun menurun dari 5,96 tapi paling tidak masih terjaga, sedangkan
Untuk masalah kemiskinan, dari angka 5,13 kita turun ke 4,53,” jelas Walikota.

Menurutnya, ini hal yang positif soal bagaimana mengukur kemiskinan.
BPS sudah menyampaikan bahwa ini standar mekanisme prosedur baku dari BPS, kami hanya memperoleh data.

“Patut kita syukuri karena di tengah-tengah situasi sulit, efisiensi, kita berupaya untuk memaksimalkan belanja Pemerintah yang kurang-kurang ini, tapi dia bisa berdampak bagi ekonomi di Kota Ambon,” ungkap Walikota.

Terkait dengan inflasi lanjut Walikota, kemarin dirilis pada bulan September juga turun. Saya rasa ini hal baik yang terus kita lakukan karena itu Pemerintah kota mengharapkan dukungan dari seluruh pihak baik perbankan kemudian seluruh instansi vertikal, pelaku-pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga ini sambil kita berharap masyarakat juga menjaga situasi keamanan, ketertiban Kota Ambon.

“Mari kita pastikan Ambon tetap aman supaya jika ada orang yang ingin datang berinvestasi menanamkan modalnya di Kota Ambon berarti dia bisa menggerakkan perekonomian Kota Ambon, paling tidak dapat mengurangi pengangguran dan bisa berdampak pada penurunan angka kemiskinan serta progres pertumbuhan ekonomi yang positif tertentu untuk penurunan dalam RPJMD yang selalu ditetapkan target ada angka-angkanya di sana bahkan dalam proses penyusunan RKPD Rencana Kerja Pemerintah Daerah per tahun juga diasumsikan di sana tentang capaian indikator-indikator makro.

” misalnya kemiskinan turun berapa inflasi berapa angka pengangguran berapa karena APBD ini berfungsi untuk menjadi faktor pendorong untuk memastikan bahwa indikator-indikator makro bisa diasumsikan untuk diangkat walaupun nanti pada waktunya masih tidak apa-apa tapi setidaknya kita punya standar yang harus kita capai,” harap Walikota.

Ditambahkan, semua pengaruh ada di sana yang namanya alokasi khusus berarti dia sudah ditentukan ke mana. Misalnya ada infrastruktur dari Kementerian PU terkait peningkatan jalan yang peruntukannya sudah jelas.
Juga sama ada di DAU yang sudah di diperuntukkan ke mana harus kita belanjakan anggarannya. seperti yang tadi katanya nol fungsi berpengaruh.

“contohnya sumber-sumber untuk pendapatan di Kota Ambon ada dari transfer pusat lewat DAK, DAU bagi hasil dan ada juga tugas-tugas pemantauan yang diberikan lewat intensitas khusus tapi juga ada PAD yang kalau salah satunya nol atau nihil maka dia sangat berpengaruh,” ujar Walikota.

Kita membutuhkan dukungan dari Pemerintah pusat dengan alokasi khusus misalnya infrastruktur jalan banyak yang rusak di Kota Ambon.

” kalau kita berharap dari PAD saja tidak akan mampu untuk menyelesaikan jalan rusak di Kota Ambon,” pungkas Walikota.

(M.N)

Komentar