Malra,Kabarsulsel-Indonesia.com. Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun menghadiri peresmianTugu Injil 100 Tahun Di Jemaat GPM Soindat Kecamatan Kei Besar pada Minggu (28/12/2025)
Hadir pada peresmian Anggota Forkopomda Kabupaten Maluku Tenggara, Wakil Bupati Maluku Tenggara, Pimpinan dan Anggota DPRD Maluku Tenggara, Plt. Sekretaris Daerah, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten Sekda dan Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Katua Klasis GPM Pulau Kei Besar bersama Para Pendeta dan Pengurus jemaat serta Tokoh Agama, Camat Kei Besar Selatan, Ketua dan Anggota Majelis Jemaat GPM Soindat.
Mengawali sambutannya Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun Menyampaikan Puji dan Syukur, kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas berkat, rahmat dan lindungannya, kita sekalian diperkenankan dipersatukan dalam persaudaraan sejati Ain Ni Ain, Vuut Ain Mehe Ngifun, Manut Ain Mehe Ni Tilur, dalam rangka Perayaan Peresmian Tugu Injil 100 Tahun di Jemaat GPM Soindat.
“Semoga melalui perayaan ini, kita semakin kuat dan teguh dalam mengimani Tuhan Sang Juru Selamat,” ungkap Bupati.
Atas nama Pribadi, keluarga dan Pemerintah daerah, menyampaikan Selamat merayakan Natal Kristus 2025 dan selamat menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2026. Semoga Rahmat Kelahiran Yesus Kristus membawa Damai dan sejahtera untuk kita semua dan semoga di tahun yang baru nanti, kita semakin dikuatkan dalam iman dan persaudaraan, ujar Hanubun.
Ia juga membeberkan ungkapan Religius sebagai ungkapan Iman, yakni “Agama mempunyai seratus jiwa”. Segala sesuatu jika telah dibunuh pada kali pertama akan mati untuk selamanya, kecuali agama.
” Sekalipun dia seratus kali dibunuh, dia akan hidup dan bangkit lagi karena Agama memiliki Roh yang akan tetap Hidup dalam keabadiannya,” terang Hanubun.
Menurutnya, Dewasa ini manusia kembali yakin bahwa di tengah gemuruhnya arus perkembangan teknologi dan modernitas, agama tetap menjadi pegangan, kompas pedoman arah buat manusia di setiap jejak langkahnya. Agama hadir dan memainkan perannya sebagai stabilisator dan dinamisator yang mengatur segala realitas manusia yang sering retak.
Sosiolog Karl Manheim lanjut Hanubun mengatakan bahwa, agama berfungsi sebagai pemberi makna dan penjelasan atas hidup masyarakat. Bagi setiap penganutnya, agama tetap dirasakan begitu penting, kendati di zaman di mana teknologi telah tumbuh menjadi suatu kratos (kekuatan) tersendiri. Ini terbukti dalam perjalanan panjang 100 Tahun Injil di Ohoi Soindat, betapa Kekristenan telah memainkan peran yang signifikan dalam kehidupan masyarakat Ohoi Soindat sejak masuknya Injil pertama kali.
“Kekristenan yang dianut oleh Masyarakat Soindat telah benar- benar dihayati sebagai jalan menuju keabadian sejati bersama Allah di Surga, sekalipun saya percaya. Bahwa dalam perjalanan panjang itu, banyak tantangan yang dihadapi termasuk mungkin saja kevakuman Pendeta yang kemudian diisi oleh Para Guru Agama.Tantangan-tantangan itu tidak meruntuhkan Iman Jemaat Soindat. Hal ini hendaknya menjadi penyemangat bagi kaum Muda di masa sekarang,” harap Bupati.
Ia juga berpesan kepada seluruh Jemaat GPM Soindat untuk sekiranya dapat menghayati kesejatian Iman yang dianut dan menjadikan perbedaan bukan sebagai sekat pemisah tetapi sebagai warna dalam kemajemukan yang indah.
“Saya percaya, bahwa dengan semangat Iman yang hakiki dan cara hidup yang seturut kehendak Tuhan, segala daya upaya kita dalam mewujudkan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik akan dapat terwujud,” yakinya.
Bupati menegaskan bahwa, Maluku Tenggara membutuhkan manusia-manusia yang beriman tidak hanya beragama.
Akhirnya Selamat dan Sukses atas Peresmian Tugu Injil 100 Tahun di Jemaat GPM Soindat. Semoga melalui perayaan ini, kita semakin dikuatkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Bupati Malra Thaher Hanubun.
(Elang Kei)








Komentar