Hadiri MTQ Ke-31 Bupati Malra Sebut, MTQ Momentum Rohani Untuk Tanamkan Nilai-nilai Alquran Dalam Kehidupan Masyarakat Untuk Wujudkan Daerah Yang Damai Dan Sejahtera

Malra,Kabarsulsel-Indonesia.com.  Bupati Maluku Tenggara, H.M.Thaher Hanubun, menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 bukan sekadar ajang kompetisi meraih juara, melainkan momentum rohani untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat demi mewujudkan daerah yang damai dan sejahtera.

Hal tersebut disampaikan Bupati dalam sambutannya pada pelaksanaan MTQ XXXI Maluku Tenggara, yang dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, panitia, dewan hakim, serta masyarakat dari berbagai kecamatan.

“MTQ bukan hanya panggung lomba. Ini adalah ruang spiritual, tempat Al-Qur’an tumbuh menjadi cahaya yang menyatukan perbedaan dan menguatkan persaudaraan. Jika Al-Qur’an dibaca di setiap masjid dan rumah, maka damai itu akan datang dengan sendirinya,” tegas Bupati.

Menurutnya, esensi MTQ harus dimaknai lebih dalam, tidak berhenti pada keindahan suara atau perebutan gelar juara antarkecamatan, tetapi pada pemahaman dan pengamalan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan hanya membaca, tapi tidak mempraktikkan. Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia, pembeda antara yang benar dan yang salah, serta pedoman hidup dalam bermasyarakat,” ujarnya.

Bupati juga mengutip nilai-nilai Al-Qur’an yang menegaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal, bukan saling merendahkan.

Hal ini, menurutnya, sejalan dengan semangat persatuan dan toleransi di Maluku Tenggara yang dijaga oleh adat dan doa para leluhur.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan penekanan keras kepada panitia dan dewan hakim agar menjaga integritas dan profesionalisme.

Ia menegaskan bahwa proses MTQ kini telah menggunakan sistem digitalisasi, mulai dari pendaftaran hingga penilaian, sehingga tidak ada ruang bagi intervensi maupun keributan soal hasil lomba.

“Tidak boleh ada ribut-ribut soal siapa juara. Jangan bawa-bawa nama kampung bupati, wakil bupati, atau siapa pun. Yang juara harus berdiri di atas kebenaran,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa juara MTQ bukan sekadar simbol prestasi, tetapi amanah besar karena akan mewakili Kabupaten Maluku Tenggara di tingkat provinsi bahkan nasional. Oleh sebab itu, pembinaan harus berkelanjutan, bukan hanya muncul saat lomba.

“Jangan setelah juara, nilai Al-Qur’an tidak dipertahankan. Kita harus jadi contoh bagi kabupaten/kota lain bahwa pembaca Al-Qur’an adalah orang-orang yang hidupnya dibimbing oleh Al-Qur’an,” katanya.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kapolres, TNI AL, TNI AU, Brimob, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan MTQ XXXI Maluku Tenggara. Ia berharap MTQ ini menjadi tonggak lahirnya generasi Qur’ani yang membawa nama Maluku Tenggara harum di tingkat provinsi hingga nasional.

“Kalau waktu terus berjalan dan tidak menunggu siapa pun, maka yang harus kita lakukan adalah mengisi waktu itu dengan hal-hal yang bermakna. Salah satunya dengan menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan kita,” pungkasnya.

(Elang Kei)

Komentar