Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku terus mempertegas komitmennya untuk mengakselerasi pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar). Langkah ini diambil demi mewujudkan sistem ekonomi yang tidak hanya maju, tetapi juga berkeadilan, stabil, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BI Maluku, Dhita Aditya Nugraha, menegaskan bahwa pengembangan sektor syariah menjadi fokus strategis untuk mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan, Senin (13/4/2026).
*Tiga Peran Strategis BI
Dhita menjelaskan, Bank Indonesia hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga inisiator dan akselerator.
“Kami tidak hanya menetapkan kebijakan, tapi juga aktif mendorong inovasi dan mempercepat adopsi produk syariah di masyarakat,” ujarnya.
Secara rinci, peran BI terbagi dalam tiga fokus utama:
1. Regulator: Menyusun kerangka aturan yang jelas dan kepastian hukum mulai dari sistem pembayaran hingga instrumen moneter syariah demi menjaga stabilitas.
2. Inisiator: Menggagas berbagai program strategis seperti penguatan ekosistem halal dan berkolaborasi erat dengan KNEKS serta pemerintah daerah.
3. Akselerator: Melakukan literasi keuangan dan event besar seperti Samrah Fest serta pameran halal, agar masyarakat semakin percaya dan berani memanfaatkan jasa keuangan syariah.
*Prinsip yang Membedakan: Adil, Seimbang, Bebas Riba
Pengembangan ekonomi syariah tidak hanya soal keuntungan, tapi juga nilai luhur. Konsep yang diusung meliputi:
– Keadilan: Memberikan hak tanpa diskriminasi.
– Keseimbangan: Memperhatikan aspek material, spiritual, sosial, dan kelestarian alam.
– Kemitraan: Kerjasama saling menguntungkan dan berbagi risiko.
– Bebas Riba, Gharar, & Maysir: Transaksi yang jelas, aman, dan bebas dari unsur spekulasi.
*Fokus Produk Halal dan Kesejahteraan
Salah satu perhatian utama adalah memastikan produk-produk Maluku memiliki sertifikasi halal resmi dari BPJPH agar siap bersaing di pasar nasional dan global.
“Kami ingin membangun ekonomi yang berkah. Aktivitas bisnis berjalan sesuai syariat, mampu mengurangi kesenjangan sosial melalui ZISWAF, dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” tambah Dhita.
Dengan sinergi ini, BI Maluku optimis kontribusi sektor syariah terhadap PDRB daerah akan terus naik, seiring posisi Indonesia yang kini masuk dalam 3 besar ekonomi syariah dunia versi SGIE Report.
(M.N)








Komentar