Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Dua dapur Badan Gizi Nasional (BGN) di Distrik Kayauni dan Distrik Teluk Patipi, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, resmi beroperasi.
Kehadiran dapur ini menandai langkah konkret Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam memperkuat ketahanan gizi sekaligus menggerakkan ekonomi pedesaan.
Program MBG dirancang tidak sekadar sebagai intervensi sosial untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan ekonomi.
Dengan menyerap produk lokal desa dan mendorong proses hilirisasi pangan, MBG menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat setempat. Produk-produk desa didorong memenuhi standar mutu agar dapat terhubung dengan rantai pasok modern.
“Program ini bukan hanya memberi ikan, tetapi juga kail,” Filosofi tersebut tercermin dari upaya MBG yang tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat usaha lokal, dan membangun ekosistem pangan berbasis desa.
Dapur BGN di Distrik Kayauni melayani sekitar 500 siswa penerima manfaat yang tersebar di tujuh sekolah dasar dan satu kelompok belajar. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SD Inpres Kaburbur, SD Negeri Mananmur, SD Negeri Nawatukar, SD Negeri Ubadari, SD YPK Kayuni, SD YPK Rangkendak 1, serta satu Kelompok Belajar (KB).
Sementara itu, dapur BGN di Distrik Teluk Patipi yang berlokasi di Kampung Degen melayani sekitar 1.000 siswa penerima manfaat dari sejumlah sekolah di wilayah tersebut. Kedua dapur telah mulai beroperasi secara penuh dan rutin mendistribusikan makanan bergizi ke sekolah-sekolah sasaran.
Pantauan media di lokasi menunjukkan bahwa seluruh fasilitas dapur dirancang dengan standar kebersihan yang ketat. Area pengolahan makanan terpisah dengan gudang penyimpanan bahan baku, yang dibagi antara bahan kering dan bahan basah di ruangan khusus. Selain itu, tersedia ruang kantor dan ruang penyajian yang tertata rapi.
Para karyawan dapur bekerja dengan perlengkapan alat pelindung diri (APD) lengkap. Proses pengolahan hingga penyajian makanan berada di bawah pengawasan langsung tim ahli gizi, guna memastikan kualitas, keamanan, dan kecukupan gizi sesuai standar yang ditetapkan.
Setelah dikemas dalam wadah khusus, makanan bergizi tersebut diangkut menggunakan mobil box dan didistribusikan langsung ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Proses distribusi dilakukan setiap hari sesuai jadwal belajar siswa.
Dengan beroperasinya dua dapur BGN ini, Program MBG di Fakfak diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi generasi muda, tetapi juga menjadi fondasi penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan—dari desa, oleh desa, dan untuk masa depan.







Komentar