Disiplin, Integritas, dan Bela Negara: Retret PWI Masuk Hari Kedua

Daerah, NEWS22 views

Bogor, Kabarsulsel-Indonesia.com | Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara memasuki hari kedua, Jumat (31/1/2026). Sejak pagi, disiplin dan integritas menjadi benang merah seluruh rangkaian kegiatan yang diikuti para wartawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan diawali dengan olahraga bersama. Bukan sekadar menjaga kebugaran, sesi ini dimaksudkan sebagai ruang membangun kebersamaan dan solidaritas antarpeserta. Setelah itu, peserta mengikuti latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), sebuah metode pembinaan yang menekankan kedisiplinan, fokus, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja dalam satu komando.

Nilai-nilai tersebut, menurut panitia, relevan dengan tantangan profesi wartawan yang dituntut konsisten, akurat, dan berintegritas di tengah arus informasi yang kian kompleks.

Pada sesi berikutnya, peserta menerima pembekalan Nilai Dasar Bela Negara. Materi ini menekankan pentingnya kesadaran kebangsaan dalam praktik jurnalistik, agar pers tetap berpihak pada kepentingan publik dan menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengatakan kegiatan hari kedua dirancang untuk memperkuat karakter dasar insan pers.

“Disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan adalah fondasi wartawan PWI. Wartawan harus memiliki karakter kuat, tidak mudah goyah, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang menegaskan bahwa bela negara dalam konteks pers bukan bersifat militeristik.

“Bela negara adalah soal sikap. Wartawan perlu kesadaran kebangsaan, etika, dan integritas agar produk jurnalistiknya bermanfaat dan dipercaya publik,” kata Zulmansyah.

Pada hari kedua ini, peserta juga mengikuti sesi pembekalan dari enam pembicara tamu yang berasal dari kementerian dan lembaga negara. Mereka antara lain Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Direktur Politik Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Akbar Ali, serta perwakilan dari Kementerian Koperasi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dari Kementerian Koperasi hadir Staf Ahli Hubungan Antarlembaga Henny Navilah, sementara BNPB diwakili Kepala Bidang Komunikasi Kebencanaan Dodi Yoeleva. Keduanya tampil sebagai narasumber yang membahas peran komunikasi publik dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan penanggulangan bencana.

Retret PWI ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dalam upaya memperkuat nilai kebangsaan dan bela negara bagi insan pers.

Melalui program ini, PWI bersama Kementerian Pertahanan berupaya membangun wartawan yang tidak hanya profesional secara jurnalistik, tetapi juga memiliki integritas, etika, serta tanggung jawab kebangsaan yang kuat.

Komentar