oleh

Disdik Wajo Diduga Pangkas Dana Bos, Sekolah Diharuskan Membeli Buku Kearifan Lokal

KSI | Wajo – Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten wajo, diduga berubah jadi singa pemangsa dana biaya oprasional sekolah (Bos) pada setiap pencairan dana bos, salah satu kepala sekolah SD di wajo, inisial B mengeluhkan tindakan yang dilakukan oleh pihak disdik wajo karena menyalahgunakan wewenangnya, diduga melakukan korporasi untuk menjual buku kearifan lokal, tegasnya, kamis (11/08/22).

Dia juga menegaskan bahwa oknum tersebut menekan pihak sekolah untuk membeli buku kearifan lokal dengan nilai sangan pantastis dan sudah ditentukan nilainya yang harus di bayar,  inisial B salah satu kepala sekolah yang di konfirmasi media kabar sul sel indonesia dikediamanya juga mengatakan, bahwa sekolahnya hanya mempunyai siswa kurang lebih 30 orang siswa, dan diwajibkan membayar 8 juta rupiah lebih,  sedangkan dana bos yang diterima hanya 9 juta saja per triwulan, jadi ini membuat hati kecil menagis,  ini sangat memilukan, pihak sekolah di wajo setiap pencairan dana bos, pihak disdik bukan lagi seperti tukang sapi perah, tapi sudah beruba menajadi singa lapar, ungkapnya.

Hal tersebut dilakukan oknum untuk memangsa dana bos habis – habisan pada setiap pencairan, jadi kasian kita ini. Kita memohon kepada Bupati wajo agar dapat di tindak petinggi disdik wajo yang berubah menjadi singa lapar pemangsa dana bos setiap tahunya. Bilamana Bupati wajo menghentikan singa lapar tersebut,  maka pihak sekola sudah merdeka selama tigan tahun ini, tandasnya.

Dan bilamana Bupati wajo tidak bisa menghentikan singa lapar tersebut, maka dimohon pihak penegak hukum dapat menghentikan singa lapar tersebut yang berkantor di dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten wajo, ucap inisial B salah satu kepsek SD di wajo.

Terkait adanya keluhan kepala sekolah tersebut, maka awak media ksi langsung menghubungi  kepala dinas pendidikan dan kebupaten wajo pada kamis (11/8/22) melalui telp, dia mengatakan bahwa soal penjualan buku kearifan lokal tidak tahu menahu,  silahkan menghubungi kabid pembinaan SD, tegas Drs. Faisal kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kab.wajo.

Disisi berbeda, Hj. Inriyani, kabid pembinaan SD disdik wajo membenarkan bahwa memang ada buku kearifan lokal yang dibagikan untuk semua sekolah tingkat SD dan SMP se-kabupaten wajo,  dia juga menjelaskan bahwa itu program pengadaan buku kearifan lokal yang disusun oleh disdidik wajo,  kerjasama dengan pihak CV lontrak untuk di daftarkan sebagai buku penunjang refrensi bagi sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah jenjang SD dan SMP se-kabupaten wajo, tandasnya.

Untuk itu, pihak CV. Lontra melakukan lounching bersama pemerintah daerah kab.wajo, dengan mencetak buku kearifan lokal tersebut sesuai data siswa tahu pelajaran 2022/2023 kelas 1 s/d kelas 6 dengan satu kali cetak dan penetapan melalui sipla, karena buku tersebut ber ISBN,  terdaftar sebagai buku nasional dan pembayaranya menggunakan dana bos dan mengikuti tahapan pencairan, kata Inriyani.

Kabid pembinaan sekolah SD disdik wajo ini juga membantah bahwa pihak disdik tidak memberi tekanan bagi pihak sekolah, tutupnya. ( red)

Komentar

Berita Lainnya