oleh

Diduga Proyek Kejar Tayang

KSI Kalbar. Diduga proyek yang terletak di Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat. Minggu, (13/12/2020)

Diduga sarat penyimpangan -penyimpangan yang dilakukan oleh oknum pelaksana bukan pekerjaan saja papan plangnya aja diduga penuh kepalsuan apa lagi pekerjaan diduga sarat manipulasi dan penyimpangan alias pembohongan publik dimana salah satu dari penyimpanganya adalah agaran tidak di paparkan tanggal perkejaan juga di ragukan belum yang lainya kalau seperti ini tentu masyarakat penuh pertanyaan apakah boleh ini dipasangkan sementara tidak ada kejelasan meski ini anggaran Provinsi namun pelaksana adalah warga daerah yaitu CV LK.

Atau memang diduga ada unsur kejasama untuk melakukan tindakan penyimpangan atau korupsi berjamaah sehinga dianggap biasa atau memang disinyalir direkturnya yang beniat untuk melakukan korupsi semoga intitusi yang terkait aparat penegak hukum harus melakukan tindakan yang jelas.

Sebuah proyek yang dikerjakan terkesan dipaksakan oleh pihak pelaksana pekerjaan (kontraktor/red) pada saat di lakukan peninjauan oleh salah satu Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Lembaga Investigasi Pembanggunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (LIP – NKRI) Ferry Agusrianto Ketua umum DPP Kalbar menyapaikan kepada KSI.

Pada saat dilakukan konfirmasi di lapangan mereka tidak berani untuk melakukan pertemuan sehingga tidak bisa memberikan keterangan atau menjawab dikarenakan mereka yang hadir menemui adalah tenaga buruh saja.

Mulai dari pengawasan sampai ditertur pada saat itu tidak bisa ditemui apa memang tidak ada atau sengaja menghidar kata DPP LIPNKRI dengan tidak adanya keterangan yang di dapat maka menurut pantauan dari Ketua DPD LIP- NKRI di lapangan yang ada adalah pelaksana pekerjaan tidak ada pengawasan.

Tenaga kerja tidak dilengkapi alat pengaman. Maka dugaan semetara Ferry di duga pasir dan air bersumber dari Air laut secara teknis pembuatan beton penahan tidak mengikuti bestik. Pekerjaan terkesan asal- asalan.

Namun dari pihak LIP NKRI berupaya untuk meminta keterangan kepada pihak yang bertanggungjawab atau pelaksana selaku direktur terkesan tapi sangat disesalkan terkesan menghidar.

Dengan kejadian ini Ferry sanagat kecewa semoga.

Pemerintah daerah bisa meninjaua kembali para-para oknum kontraktor yang memiliki niat yang tidak baik agar secepatnya disingkirkan atau diberi sangsi hukum semoga kejadian ini agar tidak lagi terulang.

Saran dari ketua LIP -NKRi tidak bisa mendegar keterangan keterangan yang disampaikan oleh nara sumber.

Penulis   : Agt

Editor     : Noval Verdian 

Komentar

Berita Lainnya