oleh

Diduga Anggaran PLN Larat 2,4 Miliar Untuk Pembelian 2 Buah Mesin Tidak Sesuai Dengan Spec Mesin Guna Melayani Kebutuhan Pelanggan di Kec. Tanut KKT

Larat, Kabarsulsel-indonesia.com – Sejauh ini masyarakat larat masih mengeluh terkait dengan persoalan penerangan di kota larat, karena sejak indonesia merdeka sampai dengan indonesia sudah berumur 76 tahun ini masayarakat larat tetap mengalami kondisi yang sama terkait dengan penerangan.

Penyampaian keluhan masayarakat larat tentang penerangan telah di utarakan kepada pihak DPRD serta pemda KKT dan persoalan ini sudah dijawab atau direspon secara cepat oleh pihak DPRD dan pemda KKT dengan melakukan pengadaan 2 buah mesin lampu untuk PLN larat. Jumat ,22/09/2022

Namun tindakan atau respon yang telah dilakukan oleh pihak DPRD dan pemda KKT dengan melakukan pengadaan 2 buah mesin PLN ini menjadi perbincangan hangat didalam WAG pasalnya 2 buah mesin lampu tersebut diduga pengadaannya tidak sesuai denga spec yang di butuhkan oleh PLN larat.

Ketika dikonfirmasi melalui media whatsap, narasumber yang enggan menyebutkan namanya menyapaikan bahwa anggaran 2,4 miliar ini pada saat melakukan pengadaan mesin mesin lampu tersebu, kontraktor dari PLN tidak di libatkan dalam pembelanjaan mesin mesin, namun sebaliknya kontraktor pemdalah yang di libatkan maka dalam pembelanjaan 2 buah mesin lampu pada PLN larat mengalami masalah dikarenakan kontraktor pemda tidak memahami mesin listrik.

“Daya mesin 250 kv, mampu terpakai dri 250 itu hanya 80 Kv jadi, kalau 2 buah mesin berkapasitas 250 sebanyak 500 kv maka hanya mampu terpakai 160 Kv, lalu guna apa pengadaan mesin dengan spec yang mampu operasi hanya 160 Kv, berarti mesin yang pemda pengadaan tidak masuk kategori maksimal. Apapula kontraktor Pemda yang tidak paham soal Mesin Listrik, mestinya pakai kontraktor PLN biar PLN langsung beli dan turun kasi duduk mesin dan uji coba kemampuan daya mesinnya.. bukan pada tunjuk kontraktor pemda yang tidak paham mesin PLN.” Ujar narasumber

Narasumber juga menambahkan dengan anggaran 2,4 miliar sebenarnya mampu untuk membeli mesin dengan kapasitas yang masuk kategori maksimal, hingga bisa menjawab kebutuhan masyarakat larat terkait penerangan, ini yang harus dipertanyakan dan dibahas utk mendapat kejelasan sepatutnya biar masyarakat jangan dibohongi, tutup narasumber.

(Saily)

Komentar

Berita Lainnya