Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. Jumat (10/4/2026). Di tengah badai krisis global, efisiensi anggaran nasional, dan tumpukan masalah warisan masa lalu, kepemimpinan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, justru mendapat serangan tajam dari internal. Tuduhan “menipu rakyat” yang dilontarkan Wakil Gubernur Abdullah Vanath bergema luas. Namun, fakta di lapangan dan catatan pembangunan berbicara sebaliknya.
Di balik sorotan negatif itu, tersimpan bukti nyata bagaimana Lewerissa berjuang menambal kebocoran keuangan, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, hingga berhasil menggaet investasi triliunan rupiah demi mengangkat derajat Maluku.
Mewarisi Keuangan Nyaris Kolaps
Sejak hari pertama menjabat, Lewerissa tidak disambut kemewahan, melainkan lembaran hitam neraca keuangan. Ia mewarisi beban utang pihak ketiga, termasuk pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dari era sebelumnya yang menembus lebih dari Rp700 miliar.
Belum lagi kebijakan efisiensi pusat yang memangkas Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar 18 persen atau berkurang Rp370 miliar. Ruang gerak fiskal semakin sempit, namun justru di situlah karakter pemimpin diuji.
Pengorbanan Pribadi demi Rakyat
Salah satu langkah berani yang jarang dilakukan pemimpin lain adalah sikapnya yang menolak kemewahan jabatan. Dalam momen pelantikan, ia memilih menanggung sendiri biaya syukuran senilai ratusan juta rupiah dan menolak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Uang rakyat sedang susah, tidak pantas dihabiskan untuk pesta jabatan,” prinsipnya.
Begitu juga dengan pengadaan kendaraan dinas baru senilai lebih dari Rp2 miliar yang sudah dianggarkan. Lewerissa menolaknya dan memerintahkan dana tersebut dialihkan untuk pelayanan publik. Bagi mantan Anggota DPR RI ini, kekuasaan adalah amanah, bukan ajang gaya-gayaan.
Membenahi Birokrasi dan Infrastruktur
Tantangan tak berhenti di situ. Lemahnya kinerja birokrasi dan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kerap meleset di masa lalu menjadi pekerjaan rumah besar. Lewerissa memberikan waktu satu tahun untuk berbenah, hingga kini komposisi pejabat dari eselon II hingga IV sudah definitif dan siap bekerja profesional.
Kritik soal jalan rusak pun dijawab dengan realitas. Ruas jalan yang dulu dibiarkan rusak meski ada dana, kini diperbaiki secara bertahap meski anggaran terbatas. Melalui skema pinjaman PT SMI yang bersih dari KKN, perbaikan mulai digulirkan.
Bukti nyata kini bisa dilihat di:
– Saparua dan Negeri Haria: Jalan yang terlupakan kini mulus teraspal.
– Jalan Lingkar Nusalaut: Akses ekonomi warga kini semakin lancar berkat perbaikan menyeluruh.
Program MBBR dan Bantuan Perumahan
Di sektor sosial, Lewerissa meluncurkan program unggulan “Manggurebe Bikin Bae Rumah” (MBBR) dengan target 5.000 unit rumah layak huni hingga 2030. Ratusan rumah warga kurang mampu dan korban konflik telah diperbaiki.
Selain itu, melalui Kementerian PUPR, Maluku mendapatkan alokasi 2.998 unit bantuan BSPS pada tahun 2026 untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni.
-Membawa Pulang Proyek Strategis Nasional
Keterbatasan anggaran daerah diubah menjadi energi untuk lobi ke pusat. Hasilnya luar biasa:
– Kesehatan: RS Tipe B di Buru hampir rampung, dan komitmen layanan jantung untuk Maluku.
– Pertanian: Bantuan alat dan hilirisasi kelapa siap digulirkan.
– Energi & Logistik: Ini adalah capaian terbesar. Proyek Maluku Integrated Port (MIP) dan persetujuan konstruksi awal Blok Marsela telah mendapatkan lampu hijau Presiden Prabowo Subianto. Maluku siap menjadi “Dapur Energi” dan Hub Logistik Indonesia Timur.
Dampaknya masif: ekonomi tumbuh, pengangguran dan kemiskinan turun drastis, kesejahteraan petani dan nelayan meningkat.
-Fakta Lebih Keras dari Tuduhan
Di tengah gempuran serangan, fakta tetaplah fakta. Membawa pulang triliunan investasi, memperbaiki yang rusak, membiayai pelantikan sendiri, dan menolak kemewahan demi rakyat, tentu bukan definisi dari menipu.
Hendrik Lewerissa membuktikan bahwa memimpin Maluku saat ini bukan pekerjaan mudah, tapi ia lakoni dengan keringat dan air mata. Ia mengajak seluruh rakyat menjaga kedamaian, karena kemajuan dan investasi hanya akan tumbuh di tanah yang aman.
Maluku sedang bangkit, dan arahnya sudah sangat jelas: keluar dari kegelapan menuju masa depan yang cerah. Itu bukan kebohongan, itu adalah sejarah yang sedang ditulis.
(Evav)








Komentar