Dari Mimbar Gereja Rehoboth, Kapolda Maluku Serukan: ‘Tarus Biking Bae, Basudara

Uncategorized261 views

Ambon,Kabarsulsel-lndonesia.com. Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan kegiatan Sapa Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM). Setelah dari Gereja Pniel Latuhalat, Kapolda kembali menyambangi Jemaat GPM di Gereja Rehoboth, Klasis Kota Ambon, Minggu (7/9/2025).

Kehadiran Kapolda dan rombongan disambut hangat oleh Ketua dan Wakil Ketua Majelis Jemaat, Pendeta, Penatua, Diaken, serta ratusan jemaat yang memenuhi rumah ibadah.

Kunjungan Kapolda merupakan upaya Polri untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat lintas iman serta membangun komunikasi yang lebih dekat dengan umat beragama.

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk dapat hadir dan bertatap muka dengan jemaat. Ia mengawali dengan perkenalan diri secara hangat dan menekankan bahwa kehadirannya di Maluku bertujuan untuk bersama-sama membangun daerah ini agar semakin maju, damai, dan sejahtera.

“Maluku adalah wilayah yang sangat indah, kaya sumber daya alam, dan memiliki masyarakat yang ulet serta disiplin. Namun semua potensi ini hanya bisa berkembang jika ada keamanan dan kedamaian. Tanpa itu, kita sulit maju,” tegas Kapolda.

Kapolda menyoroti persoalan kekerasan yang masih kerap terjadi di Maluku, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, perkelahian akibat konsumsi minuman keras, tawuran antar pelajar, hingga konflik antarwarga. Menurutnya, perilaku kekerasan ini menjadi penghambat utama pembangunan sosial maupun ekonomi.

“Kedamaian dan keamanan ibarat tanah yang subur. Bila tanahnya baik, apapun yang kita tanam akan tumbuh dengan baik dan bermanfaat. Namun bila tanahnya rusak karena kekerasan, maka apa pun yang ditanam tidak akan menghasilkan kebaikan,” jelasnya.

Ia kemudian menekankan pentingnya peran orang tua, tokoh agama, guru, dan masyarakat dalam membina generasi muda. Menurut Kapolda, anak-anak muda adalah aset besar bagi Maluku, sehingga harus diarahkan melalui pendidikan yang baik, bimbingan keluarga, serta teladan positif dari lingkungan.

“Jika anak-anak tidak mendapat pendidikan dan bimbingan dari orang tua dan sekolah, maka mereka akan mencari di tempat lain, termasuk internet dan media sosial, yang tidak selalu sesuai dengan budaya kita. Karena itu, mari kita bersama-sama menjadi teladan, memberi contoh yang baik, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang damai, bukan kekerasan,” tegas Kapolda.

Ia juga menegaskan pentingnya merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Maluku yang dikenal dengan keragaman agama, suku, dan budaya, menurutnya harus menjadikan perbedaan sebagai perekat persatuan, bukan sumber konflik.

“Bhineka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan. Ini adalah komitmen kita bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga bersama. Jangan biarkan ada pihak-pihak yang ingin memecah belah kita,” ucapnya.

Menutup arahannya, Kapolda kembali mengajak seluruh jemaat untuk memulai perubahan dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Ia menekankan bahwa kedamaian bukan sekadar tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau kita semua berkomitmen untuk mengurangi kekerasan, menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, serta terus berbuat baik, maka Maluku akan semakin damai dan maju. Maluku, tarus biking bae. Basudara, tarus biking bae,” tutup Kapolda.

Untuk diketahui, saat mengunjungi Jemaat GPM Rehoboth, Kapolda didampingi Direktur Lalu Lintas, Direktur Tahanan dan Barang Bukti, Kapolresta Pulau Ambon & Pp Lease bersama jajaran, serta Kapolsek Nusaniwe.

(M.N)

Komentar