Bupati Samaun Tinjau Situs Bersejarah Kampung Gar, Siapkan Peringatan Masuknya Islam ke Papua

Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Menjelang peringatan akbar sejarah masuknya Islam ke Tanah Papua yang untuk pertama kalinya akan dipusatkan di Kabupaten Fakfak pada 8 Agustus 2025, Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.Si melakukan kunjungan langsung ke situs bersejarah di Kampung Gar, Distrik Furwagi, Rabu (9/7/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Samaun didampingi Ketua Panitia Peringatan Islam Masuk Tanah Papua Provinsi Papua Barat yang juga anggota DPR Papua Barat, Saleh Siknun. Rombongan tiba menggunakan transportasi laut dan bermalam di kampung tersebut.

“Kunjungan ini bukan hanya untuk melihat langsung situs bersejarah tempat pertama kalinya Islam hadir di Papua, tetapi juga untuk melakukan ziarah sekaligus memastikan kesiapan Kampung Gar sebagai salah satu lokasi utama kegiatan,” ujar Saleh Siknun kepada media ini melalui sambungan WhatsApp, Kamis (10/7/2025).

Saleh menambahkan, seluruh pihak di Kampung Gar sudah berkomitmen mendukung penuh kelancaran peringatan yang menjadi tonggak sejarah penting bagi umat Islam di Papua Barat.

Ketua Tim Pengarah Panitia Provinsi, Wahidin Puarada, menjelaskan bahwa peringatan Islam Masuk Tanah Papua ini akan dihadiri tamu undangan dari berbagai wilayah Papua dan sejumlah tokoh agama nasional.

“Selain puncak peringatan tanggal 8 Agustus, kami juga menggelar berbagai rangkaian kegiatan mulai 1 hingga 7 Agustus. Ada lomba baca Alquran, lomba azan, lomba salawat, lomba membaca surat-surat pendek, lomba membaca Surat Yasin, serta pawai dan tablig akbar,” jelas Wahidin.

Peringatan kali ini menjadi momentum bersejarah, mengingat hasil Seminar Nasional di Fakfak tahun 2024 telah menetapkan bahwa Islam pertama kali masuk Papua pada Selasa, 8 Agustus 1360 Masehi, bertepatan dengan 24 Ramadhan 761 Hijriah. Tokoh yang membawa syiar Islam kala itu adalah Abdul Ghaffar, mubalig asal Aceh yang mendarat di Kampung Gar.

Di tingkat kabupaten, kepanitiaan diketuai Taufig Heru Uswanas yang juga Raja Fatagar. Semua pihak kini terus mematangkan persiapan agar peringatan bersejarah ini berjalan lancar dan khidmat.

Bupati Samaun Dahlan menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kampung Gar yang telah menjaga situs sejarah Islam di Papua dengan baik. Ia berharap peringatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memperkuat nilai persaudaraan dan memperkokoh keimanan umat.

“Ini warisan besar yang harus kita rawat bersama. Fakfak punya tanggung jawab moral dalam merawat jejak awal syiar Islam di tanah Papua,” pungkas Bupati.

Komentar