Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Pelantikan enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak bukan sekadar seremoni administratif. Bagi Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP, momentum ini adalah titik awal penegasan arah baru pemerintahan: percepatan pembangunan, disiplin kerja yang ketat, serta keberanian menarik sumber daya dari pusat.
Usai melantik para pejabat di Gedung Winder Tuaere Fakfak, Rabu (21/01), Samaun berbicara lugas. Ia menekankan bahwa jabatan yang diemban hari ini adalah amanah negara yang harus dijalankan dengan kesungguhan dan etos kerja tinggi—tanpa perbedaan sikap sebelum dan sesudah dilantik.
“Tidak boleh ada perbedaan kinerja sebelum dilantik dan setelah dilantik. Hari ini harus ada perubahan total, terutama dalam disiplin kerja dan semangat melayani,” tegas Samaun.
Ia memastikan bahwa pelantikan tidak berhenti pada enam pejabat tersebut. Masih akan ada pelantikan susulan yang dijadwalkan berlangsung dalam bulan ini, menunggu kembalinya Wakil Bupati Fakfak. Bahkan, kemungkinan pelantikan lanjutan dapat dilakukan secepatnya dalam pekan depan.
Target OPD: Tarik APBN, Dorong Investasi
Samaun secara terbuka membeberkan target konkret bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru dilantik. Salah satu fokus utamanya adalah optimalisasi jejaring pusat untuk mendongkrak kapasitas fiskal daerah.
Dinas Sosial, misalnya, didorong aktif mengakses dana APBN guna memperkuat bantuan sosial, mulai dari bantuan pangan hingga program perlindungan sosial lainnya.
“Gunakan link di pusat. Tarik dana APBN sebanyak-banyaknya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, sektor perkebunan dan investasi diminta bergerak cepat dalam penyiapan lahan. Dinas Lingkungan Hidup ditugaskan mempercepat proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), sedangkan OPD teknis lainnya diarahkan menuntaskan persoalan akses jalan dan sertifikasi lahan sebagai prasyarat utama investasi.
Semua itu, kata Samaun, adalah bagian dari strategi percepatan pembangunan yang efektif dan terukur.
Pendidikan Jadi Program Prioritas
Di tengah berbagai tantangan daerah, Bupati Fakfak mengakui bahwa sektor pendidikan masih menjadi “pekerjaan rumah” besar. Karena itu, pendidikan ditetapkan sebagai program prioritas yang wajib dijalankan tanpa kompromi.
“Ini visi saya. Harus sampai ke bawah. Tidak bisa tidak,” katanya.
Ia tak segan menyampaikan konsekuensi bagi pejabat yang gagal menerjemahkan visi tersebut dalam kerja nyata. Evaluasi akan dilakukan, disertai penandatanganan fakta integritas bagi seluruh pejabat, termasuk mereka yang akan dilantik pada tahap berikutnya.
“Kalau tidak mampu, saya evaluasi. Penempatan ini adalah hasil penilaian serius saya dan Wakil Bupati,” ujarnya tegas.
Bandara Siboru dan Akses Jalan Dikebut
Dalam kesempatan yang sama, Samaun juga memaparkan perkembangan sektor infrastruktur strategis. Pemerintah Kabupaten Fakfak tengah menyiapkan lahan untuk investasi, termasuk rencana perpanjangan Bandara Siboru yang mulai berjalan tahun ini.
Tahap awal difokuskan pada penanganan obstakel di depan landasan sepanjang kurang lebih 300 meter. Anggaran telah tersedia, meski tidak dalam skala besar. Kunjungan Komisi V DPR RI yang sedianya dilakukan hari ini pun harus ditunda akibat cuaca buruk.
Selain bandara, pembangunan akses jalan di Jalan Melaka juga mulai dikebut. Tahun ini direncanakan pembukaan jalan sepanjang sekitar 3 hingga 4 kilometer, dengan progres awal pembukaan lahan mencapai 600 meter.
“Ini soal kecepatan. OPD teknis harus siap. Jangan lambat,” ujar Samaun.
Ia menekankan bahwa percepatan pembangunan—termasuk di kawasan hutan yang memerlukan penanganan khusus—hanya bisa terwujud jika OPD bekerja sigap, terkoordinasi, dan berani mengambil keputusan.
Pelantikan hari itu, dengan demikian, menjadi lebih dari sekadar pengisian jabatan. Ia adalah pernyataan politik pemerintahan Samaun Dahlan: bahwa Fakfak tak lagi memberi ruang bagi birokrasi yang berjalan di tempat.







Komentar