Dobo, Kabarsulsel-Indonesia.com ,– Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel menegaskan komitmennya untuk menindak tegas Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya tenaga kesehatan (nakes) dan guru, yang terbukti lalai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan saat bupati Kaidelb menghadiri acara penutupan kegiatan pelayanan medis gratis di Rumah Sakit Kapal yang beroperasi selama 2 bulan di desa Benjina Kecamatan Aru Tengah Senin, (02/03/2026).
Hal tersebut di lakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan publik, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Bupati Kaidel, ASN memiliki tanggung jawab moral dan profesional dalam menjalankan amanah negara. Ia menegaskan, tidak akan mentolerir praktik indisipliner seperti sering mangkir, tidak berada di tempat tugas tanpa alasan jelas, hingga pelayanan yang tidak maksimal kepada masyarakat.
“Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Bupati juga meminta para kepala OPD, kepala sekolah, serta kepala puskesmas untuk aktif melakukan pengawasan internal terhadap bawahannya. Ia menilai pengawasan yang ketat menjadi kunci dalam menjaga kedisiplinan dan kinerja ASN di lapangan.
Selain penegakan disiplin, Bupati Kaidel juga mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan integritas dan profesionalisme, demi mewujudkan pelayanan publik yang prima di Kabupaten Kepulauan Aru.
Komitmen ini diharapkan menjadi peringatan sekaligus motivasi bagi seluruh ASN agar bekerja dengan penuh tanggung jawab, demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Kaidel menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi besar tim Doctor Share yang membantu masyarakat Aru dalam melakukan pelayanan medis secara gratis bagi masyarakat di kepulauan Aru khususnya di kecamatan Aru tengah.
Kaidel mengungkapkan bahwa selama 8 minggu, tim medis RSK telah melayani 5.445 pasien dengan 233 operasi, 794 layanan poli spesialis, 640 poli gigi, serta 3 persalinan di atas kapal.
“Pelayanan ini mencakup sekitar 5% dari total populasi Aru. Untuk itu Pemerintah daerah berkomitmen akan mengevaluasi pelayanan kesehatan dasar dan menindak tegas ASN kesehatan maupun pendidikan yang tidak menjalankan tugas dengan baik pada tahun 2026.” Ujarnya.








Komentar