BSIP Targetkan 22 Ton Benih Sumber Untuk Petani Penangkar Di Kabupaten Maluku Tengah Dan Buru

Uncategorized346 views

Ambon.Kabarsulsel.Indonesia.Com.
BSIP Sebagai lembaga Pusat di daerah dari Kementerian Pertanian selalu ikut serta menunjang dan mendukung serta memperkuat untuk Bagaimana menghasilkan ataupun mewujudkan Swasembada pangan di daerah.
Lahan-lahan yang ada di Maluku baik lahan sawah yang luasnya hektar 18.000, kemudian lahan kering kita manfaatkan untuk padi, baik sawah maupun padi lahan kering, padi Gogo.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Maluku, Dr Kardiyono S.TP.,M.Si, kepada wartawan Rabu (22/1/2025)

Saat ini kita melakukan pendampingan dalam mewujudkan Swasembada yaitu bagaimana agar petani bisa berbudidaya tanaman secara baik menghasilkan produktivitas tanaman yang tinggi sesuai dengan targetnya sehingga dengan pendampingan ini Tentunya nanti produksi bisa tercapai produktivitasnya, perluasan areal tanam yang ditanami ini bisa tercapai, jelas Kardiyono

Upaya kongkrit yang sudah dilakukan di Maluku ungkap Kardiyono, kami menyediakan benih sumber targetnya ada 22 ton dan sudah ada bersama-sama dengan petani penangkar di Kabupaten Maluku Tengah dan Buru dan benih ini akan digulirkan ke penangkar berikutnya sehingga kecukupan benih di daerah bisa tercapai.
Benih ini Tentunya bagian penting untuk peningkatan produktivitas sehingga dipilih benih-benih yang punya potensi besar produktivitas yaitu varietas mantap, varietas impari 30 dan juga Cakra Buana.

Selain itu kami juga menghasilkan benih yang aromatik yaitu Shinta Nur dan juga dari impari 16, jadi keseluruhan apa yang kami lakukan untuk menunjang peningkatan produksi Baik penyediaan benih maupun pendampingan kami lakukan termasuk juga dalam rangka modernisasi pertanian yaitu mengubah mindset petani agar tidak tradisional dalam artian efisiensi, efektivitas kerja ini bisa maksimal dengan mendorong agar petani menggunakan alat alsintan, alat mesin pertanian yaitu dengan transmeter, dengan alat tanam karena saat ini masyarakat tani sudah terbatas jumlahnya sehingga perlu ada modernisasi. Jadi kami mendampingi Bagaimana menyiapkan tata cara ataupun untuk produk media tanamnya sampai dengan menanam menggunakan transmeter ini kita lakukan di Seram Bagian Barat dan juga di Maluku Tengah di Kobisonta yaitu sentra-sentra pangan kita sudah bersama-sama dengan petani penyuluh dan juga Dinas Pertanian setempat sehingga kolaborasi ini bisa lebih maksimal, jelasnya.

Disisi Hilir sebut Kardiyono, kami juga bekerjasama dengan Bulog sehingga hasil panen nanti bisa ditampung karena saat ini harga Gabah sudah ada di SK yang baru yaitu 6.500 Dan ini menjadi pendorong petani untuk menghasilkan agar menguntungkan di dalam usaha taninya.

Lanjutnya, kami bersama-sama Bulog tentu mensosialisasikan itu dan mendorong masyarakat berusaha tani, dan kemudian menghasilkan sehingga kesejahteraan petani ini bisa tercapai Dan juga sistem keberlanjutan agar petani terus berproduksi dan menghasilkan untuk kecukupan pangan sehingga ini bisa mendorong ke program makan bergizi gratis. ketersediaan yang ada di daerah ini perlu kita kuatkan lagi termasuk juga dengan dana desa, kita dorong desa-desa tersebut agar mengslotkan anggarannya sebanyak 20% dan bisa memanfaatkan benih itu dan dibagikan ke masyarakat serta memproduksi padi. itu untuk padi sawah maupun padi ladang.

BSIP juga menghasilkan benih jagung dengan target 6 ton benihnya dan kita akan kembangkan, tentunya di tingkat Pusat Kementerian Pertanian dengan Polri sedang melakukan kerjasama dan turunannya ke daerah, kami bersama-sama Polri untuk mensukseskan Swasembada jagung. Kalau untuk swasembada padi kami bekerjasama dengan TNI dengan Dandim, Pangdam sampai tingkat Desa Babinsa bersama-sama memperbaiki irigasinya mendorong petani untuk berusaha serta memanfaatkan lahan tidur sehingga mereka bisa lebih cepat dan pertanian lebih semangat lagi karena ada dorongan dari luar, harap Kardiyono

Menurutnya, Program untuk penyediaan pupuk ini, kementerian Pertanian sudah memangkas aturannya sehingga proses penyediaan pupuk bisa cepat.
Prosedurnya tidak melalui tandatangan ataupun persetujuan dari Bupati dan Gubernur tapi sudah dengan kadis dan sudah terakses aplikasi, tentunya kementerian Pertanian dengan membuka subsidi lebih luas lagi, slot pupuk didaerah sudah sesuai target sesuai ERDKK yang diusulkan.

Kami juga memonitor di lapangan petani-petani yang menggunakan pupuk sejauh mana mereka mengakses mendapatkan pupuk dan harganya serta memanfaatkannya agar rekomendasi tekhnologi yang diterapkan oleh petani benar-benar sesuai agar ketika rekomendasi yang diterapkan dampaknya ataupun manfaatnya tentu akan meningkatkan produktivitas dari padi itu sendiri. Diharapkan produktivitas yang saat ini mendekati 5 ton perhektar dapat ditingkatkan lagi sehingga kebutuhan beras di Maluku sekitar 150 rb ton bisa tercapai dengan areal yang ada lebih dari lahan sawah. Lahan kering kita optimalkan sehingga dalam waktu dekat sesuai demgan Asta Cita dari Presiden yang diharapkan pada tahun ini dapat tercapai dan mudah-mudahan bisa terwujud wilayah Provinsi Maluku, tutup Kardiyono

(M.N)

Komentar