Brimob Maluku Sisir Pangkalan Ojek Tual, Jaga Kamtibmas Lewat Pendekatan Persuasif

Daerah, Kota Tual, NEWS250 views

Tual, Kabarsulsel-Indonesia.com | Suasana di sekitar pangkalan ojek perempatan SPBU Kota Tual tampak sedikit berbeda pada Sabtu pagi, 19 Juli 2025. Kehadiran sejumlah personel berseragam dari Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku menjadi sorotan warga dan para tukang ojek yang sedang menunggu penumpang.

Namun, tidak ada ketegangan. Patroli yang digelar oleh Satuan Brimob ini justru berlangsung dalam suasana hangat dan komunikatif.

Langkah kaki para personel Brimob menyasar titik-titik keramaian, termasuk pangkalan ojek dan pasar sekitar, sebagai bagian dari patroli Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang rutin dilakukan.

Komandan Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Iptu Dany Noya, menjelaskan bahwa kegiatan patroli ini mengedepankan pendekatan persuasif.

“Kami hadir di tengah masyarakat bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menunjukkan bahwa Polri, khususnya Brimob, selalu ada untuk melindungi dan mengayomi,” ujar Dany.

Dalam pelaksanaan patroli, anggota Brimob tidak hanya melakukan pemantauan situasi kamtibmas, tetapi juga aktif berdialog dengan warga.

Mereka menyampaikan imbauan hukum dan mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban bersama, khususnya di titik-titik rawan yang menjadi simpul interaksi masyarakat.

“Upaya ini merupakan bentuk pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan. Edukasi langsung kepada masyarakat menjadi salah satu strategi penting kami,” tambah Dany.

Patroli semacam ini, meski terlihat sederhana, memuat pesan strategis: negara hadir lewat institusi kepolisian bukan hanya dalam situasi genting, tapi juga dalam upaya membangun rasa aman yang bersifat preventif.

Pola pendekatan humanis yang dilakukan Brimob di Tual menunjukkan bahwa keamanan bukan semata hasil dari penegakan hukum yang represif, melainkan buah dari komunikasi, kehadiran, dan rasa saling percaya.

Kegiatan patroli ini pun mendapat respons positif dari warga. Sejumlah tukang ojek mengaku merasa lebih tenang karena kehadiran polisi secara rutin bisa mencegah tindak kriminalitas, terutama pada jam-jam sibuk di area pasar dan terminal ojek.

Di tengah kompleksitas tantangan keamanan di daerah, langkah Brimob Polda Maluku di Kota Tual menjadi contoh sederhana bagaimana membangun rasa aman dapat dimulai dari hal-hal kecil—seperti menyapa dan berdialog dengan warga di pangkalan ojek.

Komentar