Langgur, Kabarsulsel-Indonesia.com | Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Maluku Tenggara resmi menetapkan Yohanis Bosko Rahawarin, SH sebagai Ketua Formatur dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI yang digelar secara virtual.
Penetapan itu diumumkan langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dalam Musda yang dilaksanakan serentak bersama enam daerah lain.
Bosko Rahawarin didampingi dua anggota formatur dari unsur DPRD, yakni Freddy Kaanubun serta satu legislator PAN berlatar belakang dokter. Musda ini menjadi momentum penting bagi PAN Maluku Tenggara untuk memperkuat konsolidasi internal menjelang agenda politik nasional menuju Pemilu 2029.
Bosko menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Musda yang sempat tertunda akibat sejumlah kendala, termasuk bencana alam. Menurut dia, pelaksanaan Musda menjelang perayaan Natal menjadi berkat tersendiri bagi kader PAN di Maluku Tenggara.
“Puji Tuhan, hari ini Musda VI akhirnya dapat terlaksana dengan baik. Ini menjadi momentum penting bagi PAN Maluku Tenggara dan PAN Maluku secara umum,” kata Bosko, Rabu.
Musyawarah Mufakat
Musda VI PAN kembali menggunakan mekanisme musyawarah mufakat, kebijakan yang dinilai mampu meredam potensi konflik internal. Bosko mengatakan, pendekatan ini merupakan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), setelah evaluasi atas dinamika Musda sebelumnya.
“Sudah dua kali PAN menggunakan pola musyawarah mufakat. Ini pelajaran dari pengalaman masa lalu agar tidak lagi menimbulkan gesekan di internal partai,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, proses penjaringan calon Ketua DPD telah dilakukan sekitar enam bulan lalu sesuai mekanisme internal partai. Namun, hanya satu nama yang diusulkan ke DPP.
“Saya mendaftar karena ada kepercayaan dan kerelaan dari teman-teman pengurus agar saya melanjutkan kepemimpinan,” kata Bosko.
Susun Pengurus Pasca Natal
Usai pleno ketiga Musda, tahap berikutnya adalah penyusunan struktur kepengurusan DPD PAN Maluku Tenggara. Bosko mengatakan, proses ini akan dilakukan bersama Steering Committee setelah perayaan Natal, sekitar 27–28 Desember.
“Kita ingin struktur kepengurusan ini disusun matang dan secepatnya dituntaskan,” ujarnya.
Ia menegaskan kondisi internal PAN Maluku Tenggara saat ini relatif solid. Menurut dia, kekompakan menjadi syarat utama bagi partai politik untuk meraih kemenangan elektoral.
“Tanpa kekompakan, partai tidak akan berjaya. Saat ini kita 95 persen kompak,” katanya.
Fokus Infrastruktur Partai
Sebagai Ketua Formatur, Bosko menempatkan penguatan infrastruktur partai sebagai prioritas utama. Ia menargetkan pembenahan struktur PAN hingga tingkat kecamatan dan ranting sebagai fondasi menghadapi Pemilu Legislatif 2029.
“Kalau ingin menang, kita harus bekerja dari sekarang. Infrastruktur partai harus lengkap dan aktif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen kerja nyata dari seluruh pengurus. Menurut Bosko, PAN harus hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Yang tidak mau bekerja, silakan mundur. PAN harus benar-benar berpihak kepada rakyat,” katanya.
Sinergi Pemerintah dan Target Politik
Bosko menegaskan PAN Maluku Tenggara akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati M. Tahir Hanubun dan Wakil Bupati, serta mendukung kebijakan pemerintah pusat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah program strategis menjadi perhatian PAN, antara lain Kampung Nelayan Merah Putih, program pendidikan BSI Swasip bagi pelajar SD hingga SMA, serta penguatan sektor pangan dan perikanan.
“PAN tegak lurus mendukung kebijakan pemerintah pusat melalui Ketua Umum kami, Zulkifli Hasan, yang juga menjabat Menteri Koordinator Pangan,” ujar Bosko.
Menghadapi Pemilu 2029, Bosko memasang target ambisius. Selain mempertahankan tiga kursi DPRD kabupaten, PAN Maluku Tenggara menargetkan satu kursi DPRD Provinsi, bahkan berambisi menjadi pemenang pertama di tingkat kabupaten.
“Target minimal mempertahankan tiga kursi. Kalau bisa, kita harus jadi pemenang,” katanya optimistis.
(Evav)







Komentar