Berikan Pembekalan Dalam Retret PWI Pusat, Menhan Sebut Indonesia Berada Dalam Perang Psikologis Seiring Pesatnya Digitalisasi.                                                           

Malra,Kabarsulsel-Indonesia.com. Menteri Pertahanan Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah berada dalam pusaran perang psikologis yang semakin kompleks seiring pesatnya digitalisasi.

Peringatan itu disampaikan Sjafrie saat memberikan pembekalan dalam retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Auditorium Bela Negara, Pusdiklat Bela Negara, Rumpin, Bogor, Sabtu (31/1).

Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie menyampaikan paparan panjang bertajuk “Tantangan Digitalisasi dan Nasionalisme Kebangsaan”. Hampir satu jam, ia mengulas berbagai ancaman non-militer yang dinilai berpotensi melemahkan ketahanan nasional, mulai dari manipulasi informasi hingga aktivitas ilegal yang merusak sendi-sendi negara, termasuk praktik pembalakan liar.

Menhan menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional dengan mengutip adagium klasik si vis pacem, para bellum—jika menginginkan perdamaian, maka harus siap menghadapi perang. Menurutnya, kesiapan tersebut bukan semata dalam arti militer, tetapi juga ketahanan mental, ideologi, dan kesadaran kebangsaan di tengah gempuran arus digital global.

Kehadiran Menhan di Pusdiklat Bela Negara disambut secara resmi dengan upacara penyambutan yang dipimpin Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo sebagai komandan upacara. Sjafrie tiba didampingi sejumlah perwira utama Kementerian Pertahanan dan diterima langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S Depari, Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, serta Ketua Departemen Hankam, TNI, dan Polri PWI Pusat Johnny Hardjojo, sebelum naik ke panggung utama.

(Elang Kei)

Komentar