Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. Persidangan ke-57 GPM Klasis Pulau Ambon telah dimulai hari ini, Sabtu (15/2/2026), di Jemaat Seilale. Ketua Panitia Persidangan, Beny Kailola yang diwawancarai wartawan di sela-sela persidangan mengatakan bahwa panitia telah bekerja keras untuk mempersiapkan seluruh fasilitas untuk persidangan ini.
“Kita sudah berusaha untuk mencari dana untuk mempersiapkan berbagai fasilitas, kebetulan kita punya gedung terbatas juga,” kata Beny Kailola. Untuk mengatasi keterbatasan gedung, panitia menggunakan salah satu kelas di SD Seilale untuk komisi pendidikan melaksanakan rapat komisinya.
Persidangan ke-57 GPM Klasis Pulau Ambon ini diikuti oleh 25 jemaat, termasuk Jemaat Seilale. Struktur organisasi GPM terdiri dari sinode, klasis, dan jemaat, dan persidangan ini berada di tingkat klasis Pulau Ambon.
Dalam persidangan ini, ada beberapa komisi yang dibentuk, yaitu komisi program, anggaran, umum, dan pendidikan. Panitia telah mempersiapkan seluruh fasilitas, termasuk AC, sound system, dan lainnya, untuk memastikan kelancaran persidangan.
Namun, sempat terjadi gangguan pada aliran listrik saat persidangan berlangsung. Beny Kailola mengatakan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh salah satu peserta yang melakukan cas HPnya korslet.
“Informasi yang didapat katanya ada salah satu peserta yang Cas HPnya itu korslet,” kata Beny Kailola. Panitia telah berusaha untuk mengatasi gangguan tersebut dan memastikan kelancaran persidangan.
Beny Kailola juga mengatakan bahwa panitia telah mempersiapkan segala sesuatu untuk memastikan bahwa persidangan ini berjalan lancar dan sukses.
“Kita sudah berusaha untuk mempersiapkan segala sesuatu, mulai dari fasilitas hingga konsumsi, untuk memastikan bahwa peserta persidangan merasa nyaman dan dapat mengikuti persidangan dengan baik,” katanya.
Persidangan ke-57 GPM Klasis Pulau Ambon ini akan berlangsung selama dua hari, dan diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan penting untuk kemajuan GPM Klasis Pulau Ambon.
Dalam persidangan ini, akan dibahas beberapa isu penting, termasuk program kerja GPM Klasis Pulau Ambon, anggaran, dan isu-isu lainnya yang terkait dengan kehidupan jemaat. Panitia berharap bahwa persidangan ini dapat menjadi wadah bagi jemaat untuk berdiskusi dan menghasilkan keputusan-keputusan yang dapat membawa kemajuan bagi GPM Klasis Pulau Ambon.
“Persidangan ini adalah kesempatan bagi kita untuk berdiskusi dan menghasilkan keputusan-keputusan penting untuk kemajuan GPM Klasis Pulau Ambon,” kata Beny Kailola.
“Kita berharap bahwa persidangan ini dapat menjadi sukses dan membawa hasil yang positif bagi kita semua.”
(M.N)







Komentar