APD Randau Jungkal Lakukan Klarifikasi Pada Pihak Media Terkait

Ketapang, Kabarsulsel-Indonesia.com; Telah dilakukan Pertemuan Rapat Diskusi pada hari sabtu (09/12) jam (02:32) dengan beberapa warga dan tokoh masyarakat termasuk Lembaga Perwakilan Masyarakat Desa (BPD) dan perangkat desa yaitu Kadus (Arifin),  Sekretaris Desa (Edno) beserta Kepala Desa (Ba’i Sahak), rapat diskusi diadakan dikantor Desa Randau Jungkal Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalbar.

Pertemuan dadakan ini berjalan dengan baik, walaupun semula sempat menimbulkan sedikit ketegangan tanya jawab antara Japos.co yang didampingi Media Kabar Sulsel Indonesia com dengan Perangkat Desa Randau Jungkal,   adapun permasalahan yang dibahas dalam rapat diskusi adalah terkait adanya beberapa pemberitaan melalui media Japos.co tersebut.

Kepala Dusun (Kadus) Arifin, menguraikan dan menjelaskan, terkait tentang pemberitaan pengadaan sapi, bahwa “Ke 6 ekor sapi yang dibeli oleh Desa Randau Jungkal tersebut memang sengaja dibeli untuk dipotong serta memang benar telah disetujui oleh Kecamatan Sandai, dipotong lalu dibagikan kepada warga penduduk desa setempat (Randau Jungkal), jelas Arifin (Kadus) Sabtu (09/12).

Kadus (Arifin) mengatakan lagi, bahwa terkait ada beberapa pemberitaan tentang Desa Randau Jungkal yang diberitakan tersebut, “Itu semua di klarifikasi  oleh kadus terjadinya miskomunikasi dan berhakir dengan kesepakatan melalui mediasi di desa dengan tegas Kadus (Arifin) meminta untuk diberitahukan siapa “Nama Narasumber” yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut, didalam hal ini juga Media menjawab dan mengatakan, bahwa “Wartawan  memiliki hak untuk tidak menyampaikan dan berhak tolak untuk melindungi  narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang dan off the record sesuai dengan kesepakatan,  itu sudah menjadi Kode Etik Jurnalistik.

Kemudian Kadus (Arifin) bisa memahami hal tersebut, lalu meminta kepada warganya, dilain waktu jika ada suatu permasalahan tentang desa, baik infrastruktur fisik pembangunan maupun tentang bantuan dan lain sebagainya, alangkah baiknya disampaikan langsung kepada BPD, Perangkat Desa, atau Kepala Desa agar tidak segampangnya membeberkan aib desa kita sendiri, “Kata Arifin (Kadus) diruang Kantor Desa Randau Jungkal, sabtu (09/12).

Didalam hal ini juga, seorang tokoh masyarakat desa Randau Jungkal Atek Syariban ikut menjelaskan dan mengatakan dalam pertemuan rapat diskusi terkait berita tentang Kolam ikan, bahwa “6 kolam ikan tersebut sebenarnya berjalan dengan baik dan aman-aman saja, namun hanya saja diantara pengelola ke 6 kolam ikan tersebut ada yang tidak berhasil atau ikannya banyak yang mati, ini mungkin akibat belum pahamnya mereka merawat kolam dan ikan-ikannya itu, buktinya “Saya sendiri kolam dan ikan milik saya sampai saat ini ikan-ikannya masih banyak serta sudah besar semuanya, “Kata Atek Syariban tokoh masyarakat Desa diruang diskusi Kantor Desa Randau Jungkal sabtu (09/12).

“Kata Atek Syariban lagi, terkait tentang Kades jadikan anak kandungnya sebagai Sekdes, itu sedikit berlebihan sebab sebenarnya sebelum Ba’i Sahak menjadi Kades anaknya yang bernama Edno itu sudah duluan menjadi Sekdes pada waktu di kepemimpinan Kepala Desa yang lama sebelum Kades Ba’i Sahak sekarang, artinya sah-sah saja jika Edno masih tetap sebagai Sekdes dan jika ada diantara warga masyarakat Desa Randau Jungkal yang tidak setuju dengan hal tersebut, sebaiknya ajukan Kepada BPD, kemudian diteruskan kepada ke Kepala Desa (Pemerintahan Desa) agar menjadi suatu pertimbangan bagi Kades (Ba’i Sahak), kemudian mengenai narasumber yang dimaksud oleh Kadus (Arifin) itu tidak usah dipermasalahkan dan kami tidak perlu mengetahuinya serta tidak akan menuntut narasumbernya lagi, “Kata Atek Syahriban diruang diskusi dikantor Desa Randau Jungkal, sabtu (09/12).

Selaku Kepala Desa (Ba’i Sahak) juga mengatakan bahwa terkait dari semua permasalahan yang telah terjadi sebaiknya jangan sampai terulang lagi untuk dikemudian harinya dan ini semua akan menjadi sebuah pelajaran bagi dirinya sendiri maupun bagi warga masyarakatnya, agar tidak semudahnya untuk suatu permasalahan dijadikan pemberitaan.

Komentar