Ambon,Kabarsulsel-lndonesia.com. Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 55 Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Lemdiklat Polri) asal Polda Maluku menggelar bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kepada Panti Asuhan Yayasan Melati Alkhairaat di Kota Ambon, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan di sela pendidikan tersebut menjadi bagian dari implementasi program pembinaan karakter Polri yang menekankan nilai empati, kepedulian sosial, dan kedekatan dengan masyarakat.
Dalam kegiatan itu, 13 siswa yang tergabung dalam Resimen Desaka Dhira Pradhipa (DDP), yang bermakna “pemimpin yang berani dan bijaksana serta menjadi cahaya bagi masyarakat di seluruh Nusantara”. menyalurkan bantuan berupa: Beras, Telur, Mi Instan, Susu kemasan, Minyak Goreng, Gula Pasir serta uang tunai.
Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan bersama pengurus serta anak-anak panti.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan siswa SIP Angkatan 55, Ahwan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus bagian dari proses pembentukan jati diri calon perwira Polri.
“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi sarana mempererat silaturahmi antara kami sebagai peserta didik dengan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Pimpinan Panti Asuhan Yayasan Melati Alkhairaat, Kamel Zen Assagaf, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas perhatian yang diberikan para siswa SIP angkatan 55 asal Polda Maluku tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian adik-adik siswa SIP angkatan 55 asal pengiriman Polda Maluku. Bantuan ini sangat berarti bagi kebutuhan anak-anak di panti. Semoga menjadi berkah dan membawa kebaikan bagi semua,” ungkapnya.
Menanggapi aksi sosial yang dilakukan oleh Siswa SIP tersebut, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Polri dalam membentuk sosok perwira yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis.
“Pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam pendidikan Polri. Melalui kegiatan sosial seperti ini, diharapkan para siswa SIP memiliki kepekaan sosial, empati, serta mampu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan bakti sosial merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai dasar Polri yang mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Para siswa berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan teknis kepolisian, tetapi juga pembentukan karakter dan integritas.
Kegiatan bakti sosial yang dilakukan siswa SIP Angkatan 55 ini menunjukkan bahwa pendekatan humanis dalam tubuh Polri mulai dibangun sejak tahap pendidikan. Di tengah tuntutan profesionalisme dan ketegasan aparat penegak hukum, aspek empati dan kepedulian sosial menjadi fondasi penting dalam membentuk kepercayaan publik.
Langkah sederhana seperti berbagi dengan anak-anak panti asuhan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi mencerminkan nilai dasar yang diharapkan melekat pada setiap calon perwira Polri: hadir, peduli, dan memberi solusi di tengah masyarakat.
Jika konsistensi pembinaan karakter ini terus dijaga, maka ke depan Polri tidak hanya kuat dalam penegakan hukum, tetapi juga semakin dekat dan dipercaya oleh masyarakat sebagai institusi yang humanis dan responsif.
(M.N)








Komentar