Kabarsulsel-Indonesia.com. Langgur, 8 April 2026 . Paula Rahabav mengutuk keras aksi anarkis dan kriminal yang diduga dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab terhadap SMK Negeri 1 Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (8/4/2026).
Melalui siaran langsung di akun media sosial Facebook, Paula memperlihatkan langsung kondisi sekolah yang mengalami kerusakan parah, mulai dari pintu gerbang besi yang didobrak, hingga sejumlah kaca ruang sekolah yang pecah akibat lemparan batu.
Peristiwa itu disebut sangat mengganggu aktivitas pendidikan, terutama karena pada hari yang sama para siswa SMK sedang melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan agenda penting sekolah lainnya.
“Ini penampakan dari SMK Negeri 1 Maluku Tenggara. Sekolah ini diserang oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka mendobrak paksa pintu gerbang dengan batu besar, lalu melakukan pelemparan ke gedung sekolah,” ujar Paula dalam siaran langsungnya.
Menurut Paula, aksi brutal tersebut bukan hanya merusak fasilitas negara, tetapi juga menciptakan rasa takut dan ketidaknyamanan di lingkungan pendidikan yang seharusnya aman bagi guru dan siswa.
Ia menyebut ruang-ruang yang telah disiapkan untuk kegiatan pembukaan dan pelaksanaan ujian justru dipenuhi pecahan kaca dan batu berserakan.
Sekolah Diserang Saat Siswa Bersiap Ujian
Paula menegaskan, insiden itu sangat memukul pihak sekolah karena terjadi tepat saat siswa kelas XII tengah memulai tahapan ujian akhir dan kegiatan kompetensi.
Ia mempertanyakan motif di balik serangan tersebut, mengingat sekolah tidak memiliki persoalan dengan siapa pun dan hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan.
“Hari ini kami harus ujian, tapi tampilannya seperti ini. Kaca berhamburan, batu-batu ada di mana-mana. Ini bentuk ketidaknyamanan dan kejahatan terhadap dunia pendidikan,” tegasnya.
Dalam video tersebut, Paula juga memperlihatkan sejumlah titik bangunan yang rusak akibat lemparan. Ia mengatakan para pelaku diduga melompati pagar sekolah yang cukup tinggi, lalu masuk ke area sekolah dan melakukan pengrusakan.
Penjaga Sekolah Juga Diancam
Tak hanya merusak fasilitas, Paula juga mengungkapkan bahwa penjaga sekolah sempat mendapat ancaman dari para pelaku.
Kondisi itu, menurut dia, menunjukkan bahwa aksi tersebut bukan lagi kenakalan biasa, melainkan sudah masuk kategori tindakan kriminal serius yang harus segera ditangani aparat penegak hukum.
“Pagar kami sudah tinggi, tapi mereka lompat masuk dan mengancam penjaga sekolah. Ini tidak bisa dibiarkan,” katanya.
Ia pun meminta perhatian serius dari Kapolres Maluku Tenggara beserta jajaran agar segera turun langsung ke lokasi dan menindak tegas pelaku pengrusakan.
Sudah Sering Terjadi, Tapi Belum Ada Efek Jera
Dalam siaran itu, Paula mengaku aksi pengrusakan dan pencurian di lingkungan sekolah bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut pihak sekolah sudah beberapa kali membuat laporan, namun persoalan serupa terus berulang.
Menurutnya, letak sekolah yang relatif jauh dari permukiman warga membuat area tersebut rawan menjadi sasaran tindak kriminal.
“Kami sudah beberapa kali lapor, tapi tidak ada tindak lanjut. Sudah sering terjadi pencurian dan pengrusakan. Kami mohon aparat lebih sering lewat dan menjaga keamanan sekolah,” ujarnya.
Ia menilai lemahnya pengawasan dan minimnya patroli keamanan di sekitar sekolah telah memberi ruang bagi pelaku untuk berulang kali beraksi.
Paula: Ini Serangan terhadap Fasilitas Negara
Paula menegaskan, tindakan tersebut bukan sekadar vandalisme, melainkan serangan terhadap fasilitas negara, karena sekolah merupakan aset publik yang dibangun untuk kepentingan pendidikan generasi muda.
Ia pun meminta aparat tidak memandang remeh kasus tersebut dan segera mengusut siapa pun yang terlibat.
“Ini lembaga pendidikan, fasilitas negara. Jangan dibiarkan terus dirusak. Kami minta pelaku ditindak tegas,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pengrusakan di lingkungan SMK Negeri 1 Kei Kecil tersebut.
(Evav)








Komentar