Gerakan Pangan Murah: Strategi Pemda Maluku Tenggara Tekan Inflasi dan Dukung Ekonomi Lokal

Uncategorized134 views

Kabarsulsel-Indonesia.com. Langgur, Maluku Tenggara – Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah bukan sekadar bagi-bagi barang murah, melainkan strategi pemerintah daerah untuk menekan inflasi sekaligus meringankan beban masyarakat.

Program ini sebelumnya sudah digelar di beberapa kecamatan, dan kini berlanjut di Lank Mark Langgur, Senin (16/3/2026).

“Manfaatnya langsung ke masyarakat. Harganya lebih murah, tapi jumlahnya terbatas. Ini stimulan supaya harga di pasar tidak melonjak,” ujar Charlos kepada wartawan usai membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, Gerakan Pangan Murah sebelumnya difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di pasar-pasar murah yang tersebar di delapan kecamatan. Sementara di kegiatan kali ini, Dinas Ketahanan Pangan yang menjadi pelaksana.

Selain menstabilkan harga, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan pangan lokal. Menurut Charlos, sebagian besar pangan harian masyarakat Maluku Tenggara masih diimpor dari luar daerah. “Dengan membeli produk lokal, ekonomi masyarakat naik, harga dari luar tidak akan melonjak karena permintaannya lebih seimbang,” jelasnya.

Wakil Bupati menekankan bahwa program ini juga menargetkan masyarakat berpenghasilan rendah agar bisa mendapatkan subsidi langsung dari pemerintah. “Ini bagian dari upaya kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan di daerah,” tambahnya.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini pun bertepatan dengan perayaan ulang tahun daerah. Charlos menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu cara pemerintah memeriahkan momen tersebut, sambil tetap fokus pada stabilitas ekonomi masyarakat.

Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas, tidak hanya untuk harga pangan yang terjangkau, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

“Program ini strategis, bukan hanya soal murahnya harga, tapi bagaimana masyarakat bisa lebih mandiri dengan memanfaatkan produk lokal kita sendiri,” pungkas Charlos.

(Evav)

Komentar